Tetap Menjadi Penyanyi Cilik Selamanya

PhotoGrid_1532385964588

Aku adalah anak gembala
Selalu riang serta gembira

Karena aku senang bekerja
Tak pernah malas ataupun lengah

Tralala la la la la
Tralala la la la la la la

20180724_110222

Penggalan lirik di atas pastilah terdengar akrab di telinga bagi sebagian besar penikmat musik tanah air, khususnya lagu anak-anak. Baik tua maupun muda banyak yang tahu tentang lagu Anak Gembala yang cukup fenomenal di tahun 2000 tersebut.

Adalah Shafa Tasya Kamila pelantun lagu berirama riang tersebut dikenal seantero nusantara bukan hanya karena kerap menyanyikan lagu-lagu anak yang easy listening melainkan juga karena penampilan fisiknya yang menggemaskan. Raut wajah cantik imut-imut dengan senyum berlesung pipit yang selalu mengembang ditambah lagi dengan ranum merah kedua pipi gembilnya. Benar-benar bikin gemas!

Apalagi di usia belianya saat itu, Tasya adalah pekerja seni yang cukup profesional. Kabarnya, dia tidak pernah mengeluh saat pengambilan gambar untuk video clip-video clip-nya. Padahal sorot lampu yang sangat terang bisa saja membuat seorang anak merasa tidak nyaman, bukan? Namun Tasya justru asyik bereksplorasi di lokasi syuting dan menjadi everybody’s sweetheart. Such a nice and very talented girl!

Saya sendiri ikut menjadi penikmat lagu-lagu Tasya sejak Salsa (anak sulung saya) menginjak usia balita. Berbagai VCD lagu-lagu Tasya menjadi koleksinya. Dan sejak saat itu, saya semakin kagum dengan tangan dingin AT. Mahmud, pencipta lagu di balik layar kesuksesan Tasya.

Dalam setiap album anak-anaknya, peran AT Mahmud sebagai pencipta lagu sangat besar dalam membangun karier Tasya. Seluruh lagu di album perdananya, Libur Telah Tiba (2000) diciptakan oleh dia, termasuk lagu “Anak Gembala” yang melambungkan nama Tasya. Di album kedua, Gembira Berkumpul (2001), peran AT Mahmud sebagai penggubah lagu masih mendominasi, dan kali ini ditambah dengan adanya sumbangan lagu Eross “Sheila on 7” yang berjudul “Jangan Takut Gelap” yang menjadi lagu jagoan. Album ketiga Tasya bertajuk Ketupat Lebaran (2002) menjadi album religi pertamanya. Dan di album ini masih dibantu penuh oleh AT Mahmud. Album ini melejitkan lagu “Arti Puasa” dan “Idul Fitri”. (Sumber: id.m.wikipedia.org/wiki/Diskografi_Tasya)

Seluruh lirik lagu ciptaan AT. Mahmud itu menggambarkan keceriaan dunia anak-anak. Liriknya juga menggambarkan arti persahabatan, keseruan berkumpul bersama teman-teman hingga suka cita saat paman dari desa datang. Menurut saya, semua lirik lagunya aman, inspiratif dan dapat dicerna anak-anak dengan baik.

Lalu apa kabar Tasya hari ini?

20180724_110128

Gadis cantik nan ramah kelahiran Jakarta, 22 November 1992 ini kini menjadi perempuan dewasa yang menjelang menapaki dunia rumah tangga. Wah, tahu-tahu udah gede aja ya, Tasya! 😊

20180724_110026

20180724_110055

Tasya yang resmi bertunangan dengan Randi Bachtiar di Jakarta, 1 Juli 2018 lalu setelah berpacaran selama 5,5 tahun, dikabarkan akan menggelar pernikahannya tahun ini juga. Semoga lancar dan sukses acara nikahnya nanti, ya.

20180724_110008

Namun bagi saya, Tasya yang baru saja menyelesaikan pendidikan S2-nya di Negeri Paman Sam ini tetaplah menjadi penyanyi cilik selamanya.

Tralala lala lala lala …

SELAMAT HARI ANAK NASIONAL

23 JULI 2018

Lots of Love,

Frida Herlina

 

Pictures: https://www.instagram.com/tasyakamila/

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s