BARU ISI PULSA TAPI CEPAT HABIS? INI DIA PENYEBABNYA!

PhotoGrid_1514457022393

Bulan Oktober lalu jagad maya dihebohkan dengan berita registrasi ulang kartu SIM prabayar ke operator masing-masing via sms. Saking hebohnya sampai beredar rumor juga bahwa pendaftaran itu ditutup pada akhir Oktober. Tepatnya pada 31 Oktober 2017. Yakali, baru juga muncul sosialisasi registrasi ulang di tanggal 30, masa iya penutupan pendaftaran sehari kemudian. Bisa kebayang kan hiruk pikuknya para operator kartu melayani registrasi ulang untuk penduduk se-Indonesia hanya dalam kurun waktu kurang dari dua hari. Rasanya nggak masuk akal, kan?

20171228_174024

Kemudian tersebarlah berita bahwa registrasi ulang kartu SIM prabayar itu berakhir pada bulan Februari 2018.
Nah, ini lebih masuk akal.

Ada masa pendaftaran dengan durasi waktu yang lebih lama ini tak lantas membuat saya santai dan lengah. Begitu saya mendapat sms notifikasi untuk melakukan pendaftaran, saya pun bergegas menyambut himbauan itu. Namun sayang, entah karena faktor server down, sinyal lemah atau memang belum hoki aja, saya sampai menerima penolakan sebanyak lima kali untuk registrasi ulang via sms ini.

20171228_173920

Ya udah, atas saran seorang rekan yang ikut diundang di acara sosialisasi registrasi ulang kartu SIM prabayar ini maka saya pun harus melakukan pendaftaran secara langsung/personal ke gerai operator.
Saya adalah pelanggan kartu IM3 maka Gerai Indosat Ooredoo lah yang saya tuju.

IMG-20171227-WA0009

Persiapan

Hari Rabu (27/12/2017) kemarin saya niatkan untuk menyelesaikan urusan registrasi ulang kartu SIM prabayar. Mumpung pas liburan sekolah. Jadi waktunya lebih lowong dan santai.
Sebelum berangkat ke Gerai Indosat Ooredoo, berikut adalah berkas-berkas yang saya persiapkan:
Copy Kartu Keluarga
● KTP asli beserta copy

Sebenarnya bukan cuma kedua benda di atas tapi saya juga membawa:
copy buku nikah (suami dan istri)
copy akte kelahiran anak
■ berkas formulir pengambilan e-KTP

Harap maklum karena saya tipikal orang yang sedia payung sebelum hujan. Jadi daripada udah jauh-jauh datang ke Gerai tapi ternyata ada kendala karena berkas tak lengkap, mending saya berani rempong aja sekalian dengan membawa berkas-berkas yang berhubungan dengan Kartu Keluarga dan KTP.

Di benak saya sempat terlintas percakapan seperti berikut.
Customer Service: Ada Kartu Keluarga, Bu?
Saya: Ada.
CS: Copy buku nikah?
Saya: …

CS: Nomor hape ini dipakai siapa, Bu?
Saya: Oh, kalau nomor yang ini dipakai anak saya.
CS: Ada copy akte kelahiran anaknya?
Saya: …

CS: Ini KTP-nya belum e-KTP ya, Bu?
Saya: Belum, Mbak. Saya udah setahun lebih mondar-mandir ke Kantor Kecamatan tapi e-KTP belum juga kelar.
CS: Ada berkas formulir e-KTP-nya, Bu?
Saya: …

Percakapan imaginer di atas cukup mengganggu. Oleh karena itulah saya membawa semua berkas yang sekiranya diperlukan saat registrasi ulang.
Tapi ternyata, copy Kartu Keluarga dan (meminjamkan) KTP asli saja sudah cukup kok.

Setelah semua persiapan sudah masuk ke dalam tas, saya pun melenggang ke Gerai Indosat Ooredoo yang terletak di dalam salah satu mal di Sidoarjo.

Kunjungan ke Gerai Indosat Ooredoo

Ternyata siang itu lumayan banyak juga pelanggan yang berkunjung ke Gerai Indosat Ooredoo. Tempat duduk yang tersedia di sana penuh terisi. Kebanyakan sih memang anak-anak ataupun anggota keluarga lain yang menunggu ayah/ibunya menyelesaikan urusan di sana. Mayoritas sih urusan registrasi ulang. Sama lah kayak urusan saya.

20171227_145852

20171227_145845

Sekitar 10 menit menunggu akhirnya giliran nomor antrian saya yang dipanggil. Customer service officer–sebut saja namanya Geri–yang melayani saya cukup ramah dan sigap. Pria berusia sekitar pertengahan 20-an ini dengan sopan menanyakan Kartu Keluarga dan KTP saya (dan suami) untuk dipinjam sebentar demi keperluan pengambilan data.

20171227_145838

Sebagai pelanggan yang kooperatif, saya memudahkan urusannya. Ketika Geri sedang memasukkan data, saya menyibukkan diri dengan melihat foto-foto di galeri ponsel saya dan juga menyimak timeline yang lucu-lucu di media sosial.

Sepenuh apapun isi kepala saya dengan pertanyaan/keluhan yang ingin saya sampaikan, saya selalu menahan diri untuk tidak mengajak bicara orang-orang yang bertugas sebagai; kasir, petugas administrasi, customer service di saat mereka sibuk dengan data maupun penghitungan.

Kebayang ‘kan rasanya? Udah ketik/upload data lantas harus di-delete karena habis diajak ngobrol sehingga salah ketik?

Ingat!
Jangan pernah mengajak ngobrol seseorang yang sedang:
1. menghitung uang
2. menulis kuitansi
3. meng-entry data

Hingga akhirnya …

“Bu, kalau nomor yang ini dipakai siapa?” tanya Geri tiba-tiba.

“Oh, yang itu nomor hape anakku. Usianya 14 tahun.”

“Yang bisa didaftarkan ini yang sudah punya KTP, Bu. Jadinya nomor ini pakai data Bapak atau Ibu? Kan 14 tahun berarti belum punya KTP.”

“Oh, nomor anakku pakai dataku aja, Mas.”

“Baik, Bu.”

Lalu Geri kembali sibuk mengetik di depan laptop-nya.

Tak sampai 5 menit, Geri mengakhiri pekerjaannya dan mengembalikan copy Kartu Keluarga dan KTP milik saya dan suami.

“Sudah selesai, Ibu. Ada lagi yang bisa saya bantu?”

Bingo!

Kalimat terakhir Geri terdengar begitu merdu karena demi kalimat itulah saya rela mengayunkan langkah kaki ke Gerai Indosat Ooredoo ini. Ratusan kata-kata berwujud keluhan, saran dan kritik yang sudah terangkai di dalam kepala saya tiba-tiba terasa berjejalan ingin keluar.

Siap-siap ya, Ger! 😛

Pertanyaan dan Saran

Berikut kutipan tanya-jawab (yang sudah dikemas dengan bahasa sederhana dan natural) antara saya (Q) dan customer service officer yang bertugas saat itu yaitu, Geri (A), seputar pulsa yang cepat habis.

Q: Mengapa pulsa IM3 cepat habis? Padahal baru kemarin isi pulsa tapi ternyata pulsa bertahan sehari-dua hari.

A: Ada kenaikan tarif sms di Indosat. Sekarang tarif sms Rp 440,- (CMIIW) sedangkan sms m-banking adalah Rp 660,-
Selain itu konten berlangganan juga bisa menyebabkan pulsa cepat habis.

Q: Konten berlangganan? Contohnya seperti apa, ya?

A: Konten berlangganan itu contohnya seperti info diskon ter-update, rebut rejeki nomplok, raja musik, games, dll.

Q: Wah, aku nggak merasa langganan konten-konten seperti itu deh. Itu maksudnya info yang sering muncul di sms, ‘kan? Jadi kalau kita dapat info tersebut via sms itu pulsa kita terpotong. Begitu?

A: Iya betul, Bu. Coba saya cek sebentar ya, di nomor Ibu.

A: Nah, di sini Ibu ada tiga konten berlangganan.

Q: Wah, banyak amat! Aku nggak pernah mengaktifkan konten-konten iklan begitu kok, Mas. Coba tolong dilihat itu konten apa saja?

A: Ada konten musik, games dan diskon, bu.

Q: Ya ampun. Itu sekali dapat sms konten pulsaku kena potong berapa rupiah, Mas?

A: Tarifnya macam-macam, Bu. Antara Rp 2.000,- s/d Rp 5.000,-

Q: Whoa! That explained it! Pantesan kalau aku isi pulsa Rp 10.000,- cuma bisa bertahan sehari-dua hari secara sekali potong tarifnya sampai Rp 5.000,- gitu. Besar sekali ya, tarif sms konten.

(Jauh sebelumnya alias bertahun-tahun yang lalu, saya cukup top up pulsa senilai Rp 25.000,- dan itu bertahan hingga sebulan dengan pemakaian telpon dan sms yang wajar. Namun sejak pulsa saya sering “raib” tak lama setelah top up, saya beralih sering top up senilai Rp 10.000,- hanya untuk keperluan mendesak. Saya udah nggak mood untuk top up sebanyak Rp 25.000,- itu. (Meskipun saat kepepet ya top up segitu juga sih) Celakanya, dengan top up senilai Rp 10.000,- saya malah jadi sering beli pulsa. Bisa dua hari sekali beli pulsa karena insiden pulsa raib tanpa saya sadari lari ke mana. Jatuhnya malah lebih boros, ‘kan?)

A: Hehehe … Iya, bu.

Q: Bisa tolong di-delete aja semua konten itu, Mas? Aku nggak perlu kok.

A: Baik, bu. Akan saya bantu delete dari sini. (Lalu Geri sibuk pencet-pencet keyboard laptop-nya)

Q: (menunggu kerjaan Geri tuntas)

A: Nah, Bu. Ini sudah selesai. Nomor Ibu sudah bebas dari sms konten berlangganan.

Q: Ok. Coba tolong delete juga sms konten di nomor hape suamiku dan anakku ya, Mas.

A: Baik, Bu.

A: Nah, sudah selesai, Bu.

Q: Terima kasih ya, Mas. Btw, emang pelanggan nggak bisa gitu unreg atau unsubscribe sendiri via hapenya?

A: Oh, tidak bisa, Bu. Pelanggan memang harus datang ke sini (baca: Gerai Indosat Ooredoo) kalau mau unsubscribe sms kontennya.

Q: Oh, begitu ya. Gini, Mas. Aku ada saran, ya. Coba deh Indosat bikin semacam sms notifikasi ke customer setiap mereka isi pulsa dan pulsa itu digunakan untuk apa saja dan saldonya tinggal berapa.

A: Baik, Bu. (sambil mengetik)

Q: Misalnya. Hari ini aku isi pulsa Rp 10.000,- lalu ada sms notif tentang jumlah pulsaku. Seperti biasa lah, ya. Sms yang semacam itu kan selalu ada. Lalu pas aku selesai nelpon, ada sms notif lagi yang menyatakan bahwa tadi aku nelpon menghabiskan pulsa berapa rupiah lalu saldonya tinggal berapa. Lalu habis aku pakai sms, ada notif lagi yang menyatakan tadi sms-ku menghabiskan berapa rupiah dan saldonya tinggalnya berapa. Begitu terus sampai saldonya nol alias habis. Bisa ‘kan, Mas? Jadi biar ada transparansi gitu antara Indosat dan customer-nya. Supaya customer-nya juga paham itu pulsa yang dia beli larinya ke mana aja. Gimana, Mas?

A: (masih sibuk mengetik) Baik, Bu.

Q: Nah, apa ada kertas atau formulir gitu yang bisa aku tulis untuk saran tersebut?

A: Ini sedang saya ketik, Bu. Nanti saat ada rapat akan saya sampaikan.

Q: Wah, bener lho, ya. Tolong disampaikan kritik dan saranku. Makasih, ya.

A: Sama-sama. Hati-hati ya, Bu.

Akhirnya saya melangkah pulang dengan perasaan lega. Ketiga nomor IM3 yang kami gunakan akhirnya terbebas dari “kutukan” sms konten berlangganan yang tak pernah kami subscribe dengan sengaja.

Gimana dengan nomor IM3 kamu? Udah bebas “kutukan”? Buruan kunjungi Gerai Indosat Ooredoo, ya!

Lots of Love,

Frida Herlina

 

Sumber infografis:
konter4g.com & m.merdeka.com

 

Advertisements

12 thoughts on “BARU ISI PULSA TAPI CEPAT HABIS? INI DIA PENYEBABNYA!

  1. Mamah aku udah sering banget mbaa kena kutukan. Udah sering aku urus minta stop tapi bbrp bln kemudian kena lagi. Bisa jadi karena kepencet2 kali ya. .

    1. Aku juga beli pulsa supaya nomornya tetap hidup kok, Mas. Selain juga untuk urusan dengan wali murid yang belum pakai WA.

      Kuota habis karena sering buka youtube dan download drakor kali tuh.
      Hahaha …

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s