Nutrisi, Stimulasi Dan Kasih Sayang Untuk Buah Hati Tumbuh Berkembang

“I believe the children are our future.

Teach them well and let them lead the way.

Show them all the beauty they possess inside.

Give them a sense of pride to make it easier.

Let the children’s laughter remind us how we used to be.”

(Whitney Houston – Greatest Love of All)

 

PhotoGrid_1505671253645

Kasih Sayang

Sejak melahirkan Salsa (14 tahun yang lalu) saya tak pernah bisa berhenti memberikan yang terbaik untuk sang buah hati. Saya yang ketika menjadi ibu pemula cukup teredukasi betapa pentingnya ASI untuk bayi, betapa hanya ASI yang terbaik untuk bayi, berusaha sekuat tenaga agar bisa menyusui Salsa. Kala itu saya kurang beruntung karena melewatkan IMD (Inisiasi Menyusui Dini) akibat pemisahan ruangan bayi dan ibu.

”Ada 4 hal yang sangat penting dalam pemenuhan nutrisi sejak bayi lahir hingga usia 2 tahun:

  1. Memberikan ASI kepada bayi segera dalam kurun waktu 30 menit setelah lahir atau yang dikenal dengan kegiatan IMD.

  2. Hanya memberikan ASI saja (ASI eksklusif) sejak bayi lahir sampai usia 6 bulan.

  3. Memberikan makanan pendamping ASI (MPASI) mulai bayi berusia 6 bulan sampai 24 bulan.

  4. Meneruskan pemberian ASI pada anak sampai berusia 24 bulan atau lebih.”

Setiba di rumah pun Salsa masih mengkonsumsi susu formula yang saya dapatkan dari rumah bersalin. Saya merasa kosong tak dapat mengalirkan ASI untuk Salsa. Cukup menguras pikiran dan tenaga namun saya menolak menyerah. Berkat kasih sayang Allah, di hari ketiga mengalirlah ASI saya dengan lancar untuk buah hati tercinta. Saya selalu percaya bahwa ASI adalah  perkara rezeki. Dan inilah rezeki Salsa yang dititipkan Allah kepada saya.

Tiga minggu adalah rentang waktu yang hampir mencapai sebulan. Tepatnya 3 minggu menjelang Salsa berusia 2 tahun, saya terpaksa menyapihnya karena harus kembali bekerja full time. Jangan tanya bagaimana perasaan saya ketika itu. Memotong durasi pemberian ASI pada anak. Merenggut haknya menikmati ASI. Ah …  Saya bisa berbuat apa?

 

Nutrisi

Saya harus mencari susu yang cocok untuk Salsa. Bukan sebagai pengganti ASI memang, tapi sebagai pendamping tumbuh kembangnya. Kalsium pada susu berperan besar untuk pertumbuhan tulang dan gigi. Belum lagi bahwa perkembangan otak anak itu terjadi sebelum usia 5 tahun!

Golden Age ini benar-benar menjadi highlight yang harus saya garisbawahi pula. Artinya apa? Artinya saya tak bisa sembarangan memberikan asupan makanan/minuman untuk Salsa. Apalagi posisi saya kala itu pekerja full time di luar rumah. Perkara nutrisi dan stimulasi ini cukup menyita ruang perhatian saya.

Tapi susu yang mana yang terbaik dan tepat untuk Salsa?

Berbekal ilmu dan wejangan yang saya dapatkan dari dokter anak yang menangani Salsa plus informasi dari majalah dan artikel terkait, saya hunting susu dengan membaca segala informasi kandungan gizi di kemasan susu tersebut. Hingga akhirnya saya membaca brosur tentang salah satu susu pertumbuhan …

  • Omega 6/Asam Linoleat (AL)

Omega 3/Asam Alfa Linolenat (AAL)

Merupakan asam lemak esensial yang berfungsi meneruskan rangsangan antar sel saraf untuk mempercepat daya tangkap.

  • Alfa Laktalbumin

Membantu perkembangan dan memperbaiki jaringan tubuh yang juga merupakan komponen penting dalam tumbuh kembang otak.

  • Kolin

Membantu penyimpanan memori/daya ingat, kemampuan berpikir, bergerak serta berbicara Si Kecil.

  • Zat Besi

Merupakan komponen hemoglobin dalam sel darah merah yang membawa oksigen ke seluruh tubuh. Berfungsi untuk meningkatkan konsentrasi dalam proses belajar Si Kecil dalam menyimak sehingga mendukung proses belajar Si Kecil.

  • Nukleotida

Berfungsi dalam meningkatkan antibody untuk melawan penyakit dan infeksi.

  • Laktoferin

Merupakan salah satu komponen yang ada di ASI yang berperan untuk melawan infeksi dalam tubuh sehingga Si Kecil tidak mudah sakit seperti demam, batuk dan pilek.

  • Prebiotik (Laktulosa)

Merupakan makanan untuk pertumbuhan bakteri baik di saluran cerna.

  • Probiotik

Merupakan bakteri baik yang terdapat dalam saluran cerna. Kombinasi Prebiotik dan Probiotik berfungsi agar Si Kecil tidak mudah diare dan konstipasi (sembelit) sehingga nutrisi dapat diserap lebih baik.

  • Vitamin & Mineral

Berperan dalam tumbuh kembang Si Kecil dan juga sebagai antioksidan yang membantu melindungi tubuh dan radikal bebas penyebab kerusakan sel-sel tubuh.

  • Whey Protein

Merupakan sumber protein yang bermanfaat dalam membangun dan memperbaiki jaringan tubuh. Protein merupakan komponen esensial dalam pertumbuhan dan perkembangan Si Kecil.

  • Kalsium

Membantu menjaga kepadatan tulang dan gigi.

  • Vitamin D

Berperan penting dalam membantu penyerapan kalsium dalam tubuh.

  • Magnesium

Membantu menjaga kepadatan tulang.

Wow! Lengkap juga ya, kandungan yang terdapat dalam Morinaga Chil Kid. Entah dari mana keyakinan itu datang, akhirnya saya membawa pulang susu Morinaga Chil Kid untuk Salsa di rumah. Saya percaya saya telah membuat keputusan yang tepat dengan mempercayakan tumbuh kembang Salsa kepada Morinaga Chil Kid.

Bersyukur sekali hati ini mendapati sang buah hati menyukai susu yang saya pilih dengan super hati-hati. Salsa sangat suka susu Chil Kid baik rasa vanila maupun cokelat. Dan yang paling melegakan adalah tidak ada reaksi penolakan dari tubuh Salsa. Bebas alergi, bebas diare dan bebas intoleran. Zero side effect! Sehingga Chil Kid yang berlanjut ke Chil School inilah yang menemani tumbuh kembang Salsa sejak kecil.

Stimulasi

Dunia anak adalah dunia bermain. Oh, tell me about it!

Sering saya bertanya dalam hati, sudah cukup seringkah saya bermain bersama Salsa?

Jawabannya ternyata tidak. Entahlah, menjadi ibu pemula lebih mencondongkan saya untuk lebih mengajari hal-hal yang bersifat akademis alias menuntut kecerdasan. Kecerdasan menurut asumsi umum tentunya. Apalagi profesi saya adalah English teacher yang mengajarkan anak-anak usia pra-sekolah hingga TK dst. (di salah satu institusi di Kemang Jakarta Selatan) belajar membaca dalam Bahasa Inggris dengan sistem fonetik. Usia murid saya yang paling muda adalah 3 tahun. Dan kenyataan ini membuat saya menggiring Salsa mengenalkan kegiatan mengeja dan membaca ketika dia genap 3 tahun pula.

Mungkin ini semacam trial and error project karena untuk menjadi orang tua memang tak ada panduan buku yang baku. Bahkan sekolah khusus untuk mencetak orang tua pun tak ada. Saat itu saya berasumsi bahwa kalau saya bisa mengajari murid saya membaca di usia dini lalu kenapa dengan anak sendiri tidak?

Akhirnya dengan penuh rasa hati-hati, saya mengajarkan Salsa membaca. Tentunya tetap dengan mengusung metode fun learning seperti yang saya lakukan terhadap murid-murid saya. Saya cukup menjaga mood-nya agar tak lekas bosan ketika diajak belajar.

Untunglah Salsa adalah tipikal seorang little fast learner.  Dan memang ada kelegaan sekaligus kebanggaan di diri saya ketika mendapati Salsa mampu mengeja dan membaca beberapa three-letter words yang saya ajarkan.

Jika mengingat “dosa” yang saya lakukan terhadap Salsa dulu, saya merasa miris. Bayangkan, anak sebelia itu sudah saya cekoki materi belajar membaca. Materi serius! Lalu kapan bermainnya?

Bermain bersama Ayah  

Jika Salsa mengenal saya sebagai Bunda tempat dia bertanya dan belajar maka kegiatan bermain banyak dipegang porsinya oleh Ayahnya. Kenyataan ini melegakan saya. Setidaknya kami sudah berbagi peran dalam mengawal masa tumbuh kembang buah hati kami. Dan Ayah ini cukup kreatif lho memanfaatkan benda-benda di sekitar rumah untuk disulap menjadi mainan yang mengasyikan buat Salsa.

Memiliki balita pengkonsumsi rutin Morinaga Chil Kid hingga Chil School, membuat saya mengoleksi tumpukan kardus kemasan susu kesukaan Salsa ini. Awalnya sih dikumpulin aja buat pemulung yang suka cari-cari kardus. Tapi tumpukan kardus yang semakin menggunung itu memberikan ide lain bagi Ayah. Sehingga, tadaaaa …

PhotoGrid_1505446655381
My little Salsa, ten years ago.

Selamat datang di rumah Chil Kid!

PhotoGrid_1505446881043

Wah, Salsa kecil sangat suka play house buatan Ayah!

Saya juga takjub dengan hasil karya Ayah dan ikut senang melihat keceriaan Salsa. Ayah hebat deh! Jempol!

“Punya anak itu harus diasah kecerdasannya. Kamu tahu, ‘kan, ada sembilan macam kecerdasan yang ditulis Howard Gardner? Nah, pahami kecerdasan yang mana yang dominan pada anakmu.”

Ya ampun!

Bagaimana mungkin saya bisa lupa jenis-jenis kecerdasan majemuk? Teori kecerdasan majemuk/multitalenta yang diperkenalkan Dr. Howard Gardner, seorang psikolog dari Universitas Harvard AS dalam bukunya The Multiple Intelligence ini sudah lumayan sering saya dengar ketika menghadiri berbagai workshop tentang pendidikan.

Lalu bagaimana saya bisa lupa untuk mengenali kecerdasan majemuk yang dimiliki Salsa bila tidak ditegur oleh Abang sulung saya itu?

Jadinya saya kembali membuka ingatan tentang kecerdasan majemuk yang meliputi:

  1. Musical Intelligence (Kecerdasan Musikal)

Kemampuan mengekspresikan diri melalui musik dan irama, memahami musik baik dalam menyanyi/memainkan alat musik, menciptakan lagu, dsb.

  1. Bodily Kinesthetic Intelligence (Kecerdasan Kinestetik)

Keahlian menggunakan anggota tubuh, kelenturan tubuh untuk mengatasi masalah dan menghasilkan suatu produk.

  1. Logical Mathematical Intelligence (Kecerdasan Logika Matematika)

Kemampuan untuk memahami kondisi atau situasi dengan menggunakan penalaran logika, kemampuan analisis termasuk perhitungan matematis.

  1. Visual Spatial Intelligence (Kecerdasan Visual Spasial)

Kemampuan untuk memahami arah, ruang dan bentuk akhir dari suatu benda, termasuk berpikir kreatif, mengimajinasikan sesuatu, dsb.

  1. Linguistic Intelligence (Kecerdasan Linguistik)

Kecerdasan dalam berbicara, membaca maupun mengeja, berekspresi secara verbal dan tulisan dalam berkomunikasi.

  1. Interpersonal Intelligence (Kecerdasan Interpersonal)

Kemampuan berinteraksi dengan orang lain, bekerjasama secara efektif, serta berempati dan memahami orang lain.

  1. Intrapersonal Intelligence (Kecerdasan Intrapersonal)

Kemampuan menganalisis diri sendiri, menggunakan perasaannya untuk membuat perencanaan dan tujuannya.

  1. Natural Intelligence (Kecerdasan Naturalis)

Kemampuan mengenali, membedakan, mengungkapkan dan membuat kategori terhadap apa yang dijumpai di alam maupun lingkungan sekitar.

  1. Moral Intelligence (Kecerdasan Moral)

Kemampuan untuk memahami tuntutan yang ada di lingkungan, mengetahui apa yang baik dan buruk untuk dilakukan.

Ada 7 hal penting dalam kecerdasan moral, yaitu:

  • Empati (empathy)
  • Hati nurani (conscience)
  • Kontrol diri (self control)
  • Menghargai (respect)
  • Kebaikan (kindness)
  • Tenggang rasa (tolerance)
  • Keadilan (fairness)

Jadi, saat Salsa ikut membantu membuat play house dia melakukan aktivitas yang mengasah kecerdasan visual spasial dan kecerdasan kinestetik. Hobi menari yang dia tekuni sejak di bangku TK juga ikut memperkaya kecerdasan kinestetiknya. Hobinya menyanyi lagu ini dan itu tentunya mengasah kecerdasan musikalnya.

Sedangkan bersama saya, Salsa berlatih mengeja dan membaca jelas memperkuat kecerdasan linguistiknya. Untuk urusan berbahasa ini, saya memang cukup concerned padanya. Semenjak Salsa berlatih berbicara, saya tak mengenalkan kata-kata baby talk tapi langsung ke kata aslinya. Misal, alih-alih bilang “pus/meong”, saya menyebut kucing sebagai kucing. Anjing pun bukan “guk-guk” dan kambing juga bukan “mbek”.

Cara mengucapkan kata yang dia pelajari pun harus tepat pelafalannya. Tentunya kemampuan berbicara fasih ini berkembang seiring pertambahan usia dan dipengaruhi oleh bentuk anatomi organ wicara yang normal. Meskipun belum bisa berkata fasih, jika anak senantiasa diperdengarkan pengucapan kata yang benar kelak dia akan meniru persis sama. Alhamdulillah, kemampuan berbicara Salsa normal berkat stimulasi yang benar.

Kini, Salsa menginjak remaja. Saya menjadi saksi sejarah tumbuh kembangnya. Dan kecerdasan linguistiknya memang lebih dominan. Mau tahu apa pencapaian tertinggi yang pernah diraihnya di bidang kecerdasan linguistik hingga hari ini?

Salsa, generasi Chil Kid dan Chil School ini menorehkan tinta kebanggaan bagi saya dan Ayahnya dengan meraih gelar Juara Pertama Lomba Menulis Cerpen ME-Confest Tingkat Pelajar SMP Se-Jawa Timur pada bulan Desember 2016 kemarin! Alhamdulillah …

img_20170206_063920-01
Salsa, generasi Chil Kid dengan prestasi yang membanggakan.

Mengasuh dan membesarkan Salsa dengan nutrisi, stimulasi yang tepat dan kasih sayang telah membuka mata saya akan pentingnya ketiga unsur tersebut dalam tumbuh kembang anak. Tambah satu lagi: Imunisasi. Bulan Agustus lalu Salsa dan teman-temannya telah mendapatkan vaksin campak rubella di sekolah. Hebat!

PhotoGrid_1505445433369

Ingat, ya:

  1. Nutrisi
  2. Stimulasi
  3. Imunisasi
  4. Kasih sayang

Keempat hal tersebut menjadi pedoman saya dalam mengawal tumbuh kembang Danisha (3 tahun), adiknya Salsa yang suka minum Chil Go dan sedang aktif-aktifnya bereksplorasi. Ada lagi pedoman tambahan yang saya dapatkan. Apalagi kalau bukan materi parenting di Konferensi Ayah Bunda Platinum di Grand City Surabaya tanggal 10 September kemarin.

PhotoGrid_1505513082242

IMG20170910131156

Konferensi bertajuk Siapkan Kecerdasan Multitalenta Si Kecil Sejak Dini ini berhasil me-refresh pengetahuan saya tentang tumbuh kembang Si Kecil. Wajar dong kalau saya lupa-lupa ingat bagaimana mengasuh dan merawat anak secara jarak usia Salsa dan Danisha itu 11 tahun. Makanya saya hepi banget dan menyambut undangan dari Morinaga dengan antusias untuk hadir di acara tersebut. Saya tahu saya bakal belajar banyak di sana.

20170910_101618

20170910_102159

Antusiasme saya ternyata berbanding lurus dengan sambutan warga Surabaya dan sekitarnya yang mengguncang acara bergengsi tersebut. Ayah Bunda Platinum bersama anak-anak mereka tumpah ruah di Grand City. Bermacam booth dan arena bermain yang tersedia menarik minat anak-anak untuk bereksplorasi di sana. Seru!

Dan yang tak kalah seru tentunya acara utama dong.

20170910_113218

Kehadiran Teuku Zacky sebagai moderator sanggup menyihir para Ayah Bunda untuk tetap mengikuti acara berdurasi ±7 jam ini hingga tuntas.

20170910_112018

Ada 2 sesi yang disampaikan oleh 2 narasumber tepercaya yaitu:

  1. Sesi ke-1: Mengungkapkan 4 Faktor Pembentuk Anak Generasi Multitalenta.

Oleh: DR. Dr. Ahmad Suryawan, SpA(K)

Ketua Divisi Tumbuh Kembang Anak dan Remaja

Departemen Ilmu Kesehatan Anak – RSUD Dr. Soetomo/FK Unair Surabaya.

20170910_104148

  1. Sesi ke-2: Kekuatan Bermain Untuk Membentuk Kecerdasan Multitalenta di Era Milenial.

Oleh: Dr. Rose Mini A. Prianto, M.Psi

Ketua Program Studi Psikologi Terapan

Fakultas Psikologi Universitas Indonesia

Presiden Direktur ESSA Consulting

20170910_133717

Materi pertama tentang tumbuh kembang anak ini dipaparkan secara padat dan gamblang oleh dokter yang akrab disapa dengan dr. Wawan.

Dokter yang sudah ribuan jam malang melintang di dunia kesehatan anak ini menekankan pentingnya asupan nutrisi dan stimulasi untuk anak. Tak lupa juga menyertakan imunisasi sebagai garda terluar yang melindungi anak dari segala penyakit.

Selain imunisasi, sistem imunitas anak juga didapat dari ibunya. Anak yang lahir secara alami/normal memiliki mikrobiota yang sama persis dengan yang dimiliki ibunya. Jadi dr. Wawan ini sangat mendukung persalinan alami karena dari situlah perjalanan anak manusia untuk bisa survive dimulai.

Dilanjutkan ke materi kedua oleh psikolog yang akrab disapa dengan Bunda Romi tentang pentingnya bermain bagi anak. Bermain juga dapat mengasah kecerdasan anak.

Adapun berdasarkan tahapan perkembangan dan kemampuan kognitif anak, jenis permainan dapat dibedakan menjadi:

  1. Bermain fungsional

Adalah jenis permainan yang mulai bisa dimainkan sejak anak lahir hingga usia 2 tahun. Permainan fungsional ditandai dengan adanya gerakan pengulangan, manipulasi atau gerakan meniru. Ini berfungsi untuk mengembangkan kemampuan otot dan fisik. Contoh permainan: bayi menggoncangkan baby rattle, bayi merangkak mengejar benda, dsb.

2. Bermain konstruktif

Adalah jenis permainan yang mulai bisa dimainkan sejak anak usia 2-3 tahun. Permainan ini ditandai dengan aktivitas anak membuat sesuatu menggunakan material yang ada di sekelilingnya. Misalnya: bermain membangun menara dengan lego, bongkar pasang puzzle, dsb.

3. Bermain peran

Adalah jenis permainan yang mulai bisa dimainkan sejak anak usia 3-7 tahun. Permainan ini ditandai dengan kemampuan anak untuk berpura-pura menjalani peran tertentu atau menjadikan suatu objek seakan-akan menjadi benda yang lain. Misalnya: bermain pesawat-pesawatan dari penggaris, berpura-pura menjadi pedagang di pasar, dsb.

4. Bermain dengan peraturan

Adalah jenis permainan yang mulai bisa dimainkan sejak anak usia 7 tahun ke atas. Permainan ini ditandai dengan adanya aturan yang harus dipatuhi anak saat bermain. Misalnya: petak umpet, ular tangga, sepak bola, bulu tangkis, dsb.

Dengan demikian dapat disimpulkan semakin bertambah usia anak semakin besar pula kompleksitas permainan yang dimainkan anak. Hal ini terkait dengan perkembangan kognitif anak yang juga semakin matang.

Berarti kegiatan bermain ini harus menjadi agenda saya bersama Danisha, mengingat betapa dahulu saya tak banyak luangkan waktu untuk bermain bersama Salsa. Ini evaluasi bagi saya untuk dapat melakukan perbaikan dalam mengaplikasikan ilmu parenting. Betapa beruntungnya saya mengikuti Konferensi Ayah Bunda Platinum tempo hari.

Tapi … jenis permainan apa saja yang bisa saya lakukan bersama Danisha? Tak mungkin hanya sejenis permainan yang itu-itu doang, ‘kan?

Ternyata saya tak perlu khawatir mati gaya kehabisan ide. Kunjungi saja: http://www.morinagamiplayplan.com. Di sana ada #30HariMain bersama Si Kecil.

Morinaga memang hebat, ya! Salut banget atas sumbangsihnya untuk lebih peduli terhadap tumbuh kembang anak.

Oh iya, ada lagi nih. Jika Ayah/Bunda khawatir Si Kecil memiliki potensi alergi karena faktor genetik, hilangkan kegalauan dengan mencari informasi tentang alergi di: http://www.cekalergi.com. Ikuti saja petunjuk yang telah tersedia dan dapatkan hasil analisisnya.

PhotoGrid_1505447065853

See?

Saya benar-benar belajar banyak dari acara Konferensi Ayah Bunda Platinum ini. Masih ada sekian materi di folder saya yang harus saya pelajari kembali. Semoga sharing pengalaman dan testimonials saya tentang produk Morinaga Chil Kid dan Chil School persembahan Kalbe Nutritionals ini bisa memberi manfaat untuk Ayah/Bunda, ya!

IMG-20170917-WA0015
Bangga mendampingi tumbuh kembang generasi Platinum.

 

Lots of Love,

Frida Herlina

 

Advertisements

35 thoughts on “Nutrisi, Stimulasi Dan Kasih Sayang Untuk Buah Hati Tumbuh Berkembang

    1. Betul, mbak Alma.
      Tiap anak memang beda meskipun ada mirip2nya juga.
      Menjembatani minat anak kadang gampang2 susah sih. Hihihi …

      Makasih apresiasinya utk Salsa & Danisha.
      Anak2 mbak Alma pasti anak yg hebat juga tentunya.

  1. Fahmi juga usia 3 tahun minum chilkid dan chilgo. Sekarang dia mulai berkurang minum susunya sih

    Tapi kalau permainan dan eksplorasi masih suka pakai alat peraga dari Morinaga 🙂

    salam
    Okti Li

  2. menjadi ibu emang harus terus belajar ya mba, aku pun begitu berproses untuk terua memberikan yang terbaik untuk Si Kecil. Kaka Salsa kereen, semoga nular sama adeknya ya

    1. Iya, kurleb 7 jam itu termasuk antri registrasi dan ishoma. Lama memang.

      Kalo anteng dalam artian duduk manis sih nggak. Kan di sana banyak booth permainan makanya Danisha betah. Banyak anak kecil pula. Selebihnya ya naik turun eskalator lah dia sama ayahnya. Hahaha …

      Seru sih acara konferensi ayah bunda. Orang tua jadi punya sarana utk belajar.
      Jempol buat Morinaga.

  3. Bener banget mbak, kecerdasan moral perlu jg ya diperhatikan.
    Hmmm anak2 di rumah mainnya kyknya masih yg fungsional, belum yg bisa makai perintah, nunggu 7 tahunan ternyata ya TFS

  4. Jangan menyesal ah, Miss. Terbukti sekarang Salsa cerdas literasi dan jago nulis pula. Berkat siapa lagi kalau bukan didikan mama papanya hehe. Btw, bermain peran itu paling seru! Kami suka!

    1. Tak menyesal pun, Mi. Cuma kaget aja kalo tindakanku mengajak Salsa belajar itu terlalu serius untuknya (dulu). Harusnya porsi mainnya dibanyakin. Hahaha …

      Makasih atas apreasiasinya, Mi.
      Semoga bisa lebih rajin nulis. Jaga mood nulisnya tuh lumayan.

      Wah, main peran memang seru. Danisha juga suka banget!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s