Sesuatu Di Luar Rencana

PhotoGrid_1500678202220

Suamiku masih duduk termenung. Pandangannya menerawang. Pikirannya menimbang-nimbang sesuatu. Dia sedang memperhitungkan berbagai kemungkinan.

“Yah, kalau Ayah yakin kondisi fisik Ayah sanggup dan kondisi mobil juga aman, aku setuju kita berangkat. Aku akan segera packing setelah ini,” dukungku sambil menggenggam tangannya.

“Untuk mobil insya Allah aman sih. Nanti kita pelan-pelan aja. Aku juga masih kuat nyetir jarak jauh.”

“Ya sudah kalau begitu. Kita jadi berangkat?”

“Ya.”

Aku segera melesat ke kamar, memilah-milah pakaian kami berempat untuk acara mudik ke kampung halaman ibu mertua selama empat hari.

Baru juga sehari kami tiba di Surabaya tapi tak mengapa. Rasa capek masih dapat ditunda. Ini memang sesuatu di luar rencana. Akhirnya kami memutuskan mudik juga ke daerah Purwokerto demi menebus rasa rindu ibu mertia yang kerap menangis menanyakan cucu-cucunya.

Baiklah, kami memutuskan berangkat dengan niat mempererat tali silaturahim bersama keluarga. Meskipun ini dadakan dan meskipun kondisi ban mobil yang lumayan tipis. Meskipun nekat …

Bismillah.

Hari menjelang siang ketika kami bertolak menuju Purwokerto. Salsa dan Danisha tampak ceria dan menikmati perjalanan. Saat itu masih bulan Ramadan dan kami masih berpuasa.

Siang yang terik membuat kami melaju sedikit lebih kencang. Jalanan masih lengang dan tak ada kemacetan yang berarti. Ada sih, beberapa titik macet di satu atau dua kota. Selebihnya jalanan sangat lengang dan lancar padahal saat itu sudah H-2 Lebaran 2017.

Alhamdulillah. Kami merasa diberi kemudahan. Hanya karena niat ingin bersilaturahmi dengan ibu dari suamiku, kami diberi kemudahan dan kelancaran seperti ini.

Tahun lalu kami berhalangan mudik ke sana maka dari itu meskipun nekat kami berusaha wujudkan mudik di tahun ini.

“Kondisi ban mobil sudah tipis nih. Kita juga enggak ada waktu untuk servis karena sudah menjelang Lebaran,” ucap suamiku sehari sebelumnya. Itulah mengapa dia masih menimbang-nimbang untuk pergi dengan kondisi mobil seperti itu. Bukankah keselamatan adalah yang utama?

Dan bukan hanya kondisi mobil saja tapi juga kondisi kocek kami.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s