Di Saat Merasa Antipati Dengan Resolusi

PhotoGrid_1500144028518

Perlukah membuat resolusi?

Jawabannya hanya Tuhan dan Anda yang tahu. Ngomongin tentang resolusi memang akan sangat personal dan tergantung kebutuhan. Idealnya sih, setelah resolusi tersebut dicanangkan maka tindakan untuk mewujudkan resolusi tersebut harus dilaksanakan.

There is an action after a plan.

Dan action yang dilakukan itu idealnya (lagi) enggak setengah-setengah. Total, man! Daaaan … setelah berjibaku sekian lama dalam action untuk mewujudkan resolusi tersebut lalu menjumpai hasil yang tak sesuai harapan itu rasanya … ugh, sakitnya tuh di sini, man.

Bayangkan jika seorang istri mempunyai sebuah resolusi untuk segera menimang momongan. Tiap berusaha dengan suaminya di saat-saat terbaik bahkan telah dihitung masa subur dan saat yang tepat namun tiap bulan mendapati hasil test pack yang segaris melulu itu gimana rasanya? Hingga bulan berganti bulan lalu tahun berganti tahun, tetap saja dua garis itu seolah menjauh dari jangkauan. Itu kalau hatinya enggak ikhlas pasti susah ‘kan mendapati hasil resolusi yang zonk semacam itu?

Sakit, man

Belum lagi para perempuan dan lelaki single yang beresolusi segera menemukan pujaan hati dan menikah hingga hidup bahagia selamanya. Bagaimana perasaan mereka jika tiap tahun harus kenyang dengan pertanyaan “Kapan?” di kala belum juga menemukan pasangan yang tepat?

Sakit, man

Jadi gimana? Masih tertarik bikin resolusi?

Di saat merasa antipati dengan resolusi tahunan, ada baiknya kita melakukan hal berikut:

  1. Ukur kemampuan diri: Hindari bikin target yang muluk-muluk. Sewajarnya saja. Tapi bukan berarti malah bikin target di bawah kemampuan, ya. Jujur aja sama diri sendiri.
  2. Anutlah semboyan: “Hari ini harus lebih baik daripada kemarin”.  
  3. Ikhlas
  4. Pasrah
  5. Sabar

Jadi, tanpa harus rempong membuat daftar resolusi tahunan yang ujung-ujungnya enggak bisa diwujudkan, selama Anda bersemboyan bahwa hari ini harus lebih baik daripada kemarin maka insya Allah Anda menyadari betapa pentingnya memperbaiki kualitas diri dari hari ke hari.

Just live better each and every day. Agree?

Sebuah pengakuan

Sebenarnya saya termasuk salah satu kaum yang enggak mengenal resolusi tahunan. Dalam artian, saya tuh bukan tipikal orang yang heboh tiap tahun nyusun resolusi ini-itu. Bukan, itu bukan saya banget.

Kenapa?

Karena saya tahu gimana rasanya menulis sesuatu yang seperti di luar jangkauan, menulis sebuah rencana besar apalagi yang masih gelap cara meraihnya.

Sudahlah. Saya cukup berdoa setiap hari. Memastikan anak-anak, saya dan suami sehat dan bahagia lahir batin. Bekerja sepenuh hati dan dedikasi lalu ikhlas … sabar … pasrah.

Lalu perhatikan apa yang terjadi.

Itu!

 

Lots of Love,

Frida Herlina

 

#ODOPday3

#ODOPJuly2017

Indonesian Social Blogpreneur

Advertisements

2 thoughts on “Di Saat Merasa Antipati Dengan Resolusi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s