THR Yang Terpaksa Harus Rehat Sementara

PhotoGrid_1500044694483

“Miss Frida, tadi aku sudah transfer gaji plus THR kamu, ya. Selamat lebaran.”

“Wow. Makasih. Thank you so much, ma’am.

Apakah ada hal yang lebih menggembirakan dibanding berita di atas di kala lebaran tinggal tujuh hari ke depan?

Yakin deh, semua orang pasti setuju untuk mendengar kabar seperti itu segera apalagi jika momen lebaran sudah di ambang pintu.

Tapi bagiku, percakapan seperti di atas itu sudah berlalu. Sejak memutuskan mengakhiri tugasku di salah satu English centre di Bintaro, aku mengibarkan bendera sendiri dengan mengajar privat tepat setelah Danisha berusia dua tahun. Sebuah kebebasan kudapatkan yaitu jadwal yang fleksibel sehingga aku tetap bisa memantau kedua buah hatiku. Ini keputusan mahal lantaran aku menempatkan keluarga terlebih dahulu.

Family comes first. ^^

Jadi, serah terima THR dari bos ke pegawai memang tak kualami lagi. THR … ternyata harus rehat. Ya, bonus tahunan dari perusahaan seperti itu menjadi THR yang Ternyata Harus Rehat bagiku. Ya sudah, ikhlas saja. Toh memang seperti ini lakon yang harus aku perankan.

Tapi tahukah kamu bahwa Allah punya ribuan cara untuk menyayangi hambaNya?

****

Sudah aku transfer ya, Mbak

Sebuah pesan singkat dari Teh Ani membahagiakanku. Ya Allah, terima kasih. Di saat musim liburan seperti ini aku masih dapat income di luar mengajar. Sejak menjelang bulan puasa beberapa muridku sudah minta cuti belajar hingga selesai lebaran. (Sebenarnya orang tuanya sih yang minta cuti. Ya … pahamlah.) Dan bagi seorang guru privat, murid libur sama artinya dengan … ah, sudahlah. Yang jelas, job dari Teh Ani Berta adalah berkah bagiku.

Lalu …

L a l u …

*nangis*

Kelima saudara kandungku bergiliran mengirimkan transfer dana untukku. Aku terperangah dan tak kuasa menahan tangis ketika membaca pesan singkat dari kakak sulungku. Hingga akhirnya terkejut dan terkejut lagi membaca pesan singkat dari saudara-saudaraku berikutnya tentang transferan yang mereka kirimkan kepadaku.

Hingga akupun memanjatkan doa …

Ya Allah, hamba sungguh terharu. Hamba bersyukur memiliki mereka semua sebagai saudara. Mereka sangat mengerti dan memahami kondisi hamba. Ya Allah, lindungi kami semua untuk selalu istiqomah berada di jalanMu dan tetap menjadi insan terbaik yang Kau cintai. Aamiin …

Semoga kita semua selalu dimampukan untuk meletakkan tangan di atas meskipun di lebaran tahun ini posisi tanganku masih di bawah. 😦

Lots of Love,

Frida Herlina

 

#ODOPday2

#ODOPJuly2017

Indonesian Social Blogpreneur

Advertisements

4 thoughts on “THR Yang Terpaksa Harus Rehat Sementara

  1. Bunda sejak pensiun dari Unicef (sebenarnya bukan pensiun, withdrawal settlement), dan anak-anak sudah mapan, THR tetap bunda terima dari anak-anak dan keponakan tersayang dan tercinta. Hihihii…Pensiunan tak bergaji tapi bisa terima THR. Alhamdulillah, ya, Allah. o’a yang sama dengan do’a Frida tentu bunda panjatkan untuk mereka yang telah begitu mulia hatinya. Semoga rezeki mereka diperluas dan dipermudah oleh Allah. Aamiin.

    1. Alhamdulillah, ya Bunda. Turut senang mendengarnya. THR dari anak-anak dan keponakan tersayang selalu ada buat Bunda. Biasanya sih, balik lagi buat mereka kan, Bunda? Entah buat beliin jajan atau baju baru buat cucu? Biasanya sih gitu, ya.

      Aamiin.
      Terima kasih doanya, Bunda.
      Semoga kita dan orang-orang yang berbuat baik selalu dilapangkan rezekinya.

  2. Rezeki selalu datang dari manapun ya, Mbak. Tapi saya pun kadang kangen juga terima THR dari kantor 😀

    1. THR plus gaji di bulan yang sama itu surga dunia banget ya, mbak Myra. ^^
      Tambahin “dikit” aja udah bisa berangkat umrah deh.

      Tapi memang benar, rezeki bisa datang dari mana saja. Tetap percaya itu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s