Tips Menghindari Gosip

girls-914823_640-01

Kemajemukan jenis dan sifat manusia di suatu komunitas tak selamanya cocok dengan selera dan paham yang kita anut. Seorang yang pendiam belum tentu juga senang berteman dengan orang yang pendiam. Justru bisa jadi dia suka dengan orang yang “rame”, heboh dan banyak cerita. Anda paham ‘kan bahwa hal yang bertolak belakang malah menimbulkan ketertarikan. Seperti magnet S dan magnet U. Seperti hatiku dan hatimuuuu … šŸ˜„ Ahay …

Orang pendiam lebih cocok berteman dengan orang yang “rame” supaya dapat terpancing untuk bicara banyak. Seperti salah seorang teman saya. Dia cenderung pendiam dan introvert tapi begitu ketemu lawan bicara yang “rame”, eh … dia jadi interaktif banget dan lucu juga hal-hal yang diceritakannya.

Namun pembawaan orang itu baik pendiam maupun rame bukan jadi masalah bagi saya selama orang tersebut bukan tipe penggosip. Menggosip atau bergunjing itu kegiatan yang buang-buang waktu. Lagipula ada urusan apa sih kita menggosipkan seseorang? Apalagi jika orang tersebut tak pernah merugikan kita. Udah gitu, belum tentu juga si penggosip ini lebih baik karakternya daripada orang yang digosipin. Kegiatan kurang kerjaan dan nambah-nambahin dosa aja deh.

Bergunjing masa kini tak melulu harus face to face sambil bisik-bisik. Berkat kemajuan zaman, adanya aplikasi chatting maupun media sosial yang lain sangat memfasilitasi manusia untuk tak hanya bertukar kabar dengan sesama dan menjalin silaturahim tapi juga bergunjing alias ngerumpi atau ngegosip. Ada yang tahan punya teman/tetangga/kenalan yang suka ngegosip?

Kalau Anda enggak tahan, berikut tips menghindari gosip:

1. Hindari pertemuan dengan si biang gosip sesering mungkin.

Anda masih bisa sesekali bertemu untuk ngobrol ngalor-ngidul. Tapi begitu topik bergeser ke ngomongin orang lain, Anda harus buru-buru pamit. Katakan bahwa Anda harus melakukan sesuatu segera. Ini bisa Anda terapkan baik di dunia nyata maupun dunia maya. Bedanya, di dunia nyata begitu mengakhiri percakapan maka hilanglah momen bergosip. Sedangkan di dunia maya, begitu Anda pamit harus mengerjakan hal lain, bisa jadi si biang gosip teteup menuliskan chat ghibahnya saat Anda tinggal (kecuali Anda langsung memblokirnya). Begitu Anda kembali mengecek gadget, tak ada keharusan untuk menimpali chat itu. Lebih baik diamkan. Di mana-mana berita gosip yang ditimpali justru akan semakin berkepanjangan untuk dibahas. Well, namanya juga gosip … digosok makin sip!

2. Leave group.

Anda pernah terjebak di chat group reuni sekolah yang awalnya manis dan lucu namun lama-lama mulai sesak dengan topik chat yang super receh bahkan berujung konflik akibat bahasan gosip CLBK? If yes, you are not alone, then. So, what is the best thing to do? Just leave the group. Atas nama mempertahankan kewarasan dan kewaspadaan, Anda harus menjaga kondisi kestabilan emosi dalam menghadapi konflik grup berwujud gosip semacam itu. Perlu Anda garisbawahi bahwa semakin banyak jumlah umur (bisa jadi) semakin sensitif pula seseorang. Jadi bukan hanya abege yang baperan. Kaum usia produktif (30-40an) juga bisa baperan jika tidak berbesar hati menghadapi konflik grup maupun chat receh dengan maksud bercanda namun berakhir dengan pertikaian. Duh, malu lah sama umur! >.<

3. Tetap kalem dan ramah di media sosial.

Tak perlu tampil dengan status heboh dan kontroversial selepas Anda pergi dari grup-grup chatting yang bunyi notifnya sangat aktif dan mengganggu itu. Bisa-bisa Anda menjadi bahan gosip di grup yang sudah Anda tinggalkan tersebut. Anda memang lebih baik tak perlu ambil pusing dengan hal ini tapi percayalah orang-orang yang tak menyukai Anda bisa punya andil besar untuk menciptakan reputasi buruk tentang Anda. But don’t worry, only real friends will know who you really are. Mereka tak mudah termakan gosip kok.

4. Ciptakan kesibukan yang bermanfaat.

Jadikan aktivitas di dunia nyata prioritas yang harus benar-benar Anda urus. Urai dan tekuni kembali hobi lama Anda yang bermanfaat. Dengan demikian Anda terhindar dari gosip karena memang tak ada waktu untuk meladeninya, alih-alih menyebarkannya. Sebab sekali lagi, godaan/kesempatan bergosip itu sering datang via media sosial. Jadi bijaklah dalam menyikapi hal ini.

5. Bergabung dengan grup bermanfaat sesuai minat dan bakat.

Memory gadget Anda akan lebih sehat tanpa adanya grup-grup enggak jelas yang tak berguna. Kini saatnya mengisinya dengan hal-hal yang lebih bermanfaat. Jika Anda suka mencoba resep masakan yang baru, silakan gabung dengan komunitas/grup Facebook dll yang bertema kuliner. Boleh juga Anda gabung di komunitas penulis cerpen/puisi jika hal itu menjadi passion Anda. Mau jadi influencer yang hits dan mendulang rupiah/dollar? Buruan gabung di komunitas blogger. Hal-hal positif dan bermanfaat seperti itu sekiranya membuat Anda terhindar dari rumpi-rumpi. Meskipun sebenarnya sih di komunitas apapun pasti akan ada konflik dan gosip. Just stay calm, no need to be carried away. Ok?

Bila Anda istiqomah menghindari gosip, pastinya Anda juga tak hendak membuang-buang waktu untuk menyebarkannya. Ada berita heboh dikit, share. Ada berita politik yang black campaign, share. Ada selebritas yang mem-bully mantan pacar suaminya, share. Padahal lho suami dan anak-anaknya Bu Seleb itu baik, kalem dan sholehah serta tetap positive thinking tentang kelakuan istri/ibunya di media sosial.

Jika Anda sedikit-sedikit share hal ini dan itu, tanyakan pada diri sendiri. Apa sih yang sedang Anda cari?

Kuncinya memang kedewasaan dan kewarasan Anda dalam menyikapi hal apapun. Masalah sebesar/sekecil apapun juga tergantung pada sikap Anda dalam menghadapinya. Pastikan Anda mengambil sikap dan tindakan yang tepat.

Semoga tips di atas bermanfaat, ya!

 

Lots of Love,

Frida Herlina

 

 

 

 

Advertisements

2 thoughts on “Tips Menghindari Gosip

  1. Huuu…emang paling jitu untuk menghindar dari kumpulan perumpi yang meninggalkannya dengan alasan yang masuk akal, seperti mau kepasar kek, mau angkat jemuran kek atau sekalian bilang ada kerjaan bikin postingan berbayar…hehehe..apa ibu-ibu rumpi ngerti tentang ini, pasti gaklah…gakpapa tinggalin aja, say, sampe ketemu..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s