Karena (Negara) Tetangga Adalah Saudara Terdekat

flags-1615129_640-01

Manusia mengusung label sebagai makhluk sosial sejak lahir dan hal itu tak terbantahkan.

Tak ada seorang bayi yang baru lahir pun yang tak membutuhkan ibunya. Seandainya bayi tersebut tak bernasib baik dapat bertemu dengan ibunya, pastilah akan ada sosok pengganti yang berkenan mengurusnya.

 

Tak ada manusia yang sanggup hidup sendiri tanpa berinteraksi dan membutuhkan makhluk lain. Bahkan Will Smith yang menjadi the only man who survived in town di film I Am Legend pun membutuhkan anjingnya yang setia.

 

Selain dengan keluarga dan binatang peliharaan, manusia juga berinteraksi dengan tetangganya. Dan akan ada macam-macam jenis tetangga yang ikut tinggal di sekitar kita. Dari tetangga yang super cuek sampai tetangga yang keponya minta ampun pasti pernah mewarnai hari-hari kita. Dari tetangga yang suka kirim-kirim makanan sampai tetangga suka minta-minta makanan juga pasti ada lah, ya. Yang jelas dunia pertetanggaan adalah komunitas yang majemuk.

 

Dalam komunitas yang lebih besar, negara tercinta kita Indonesia ini juga hidup bertetangga dengan negara-negara lain. Sebelum merambah ke negara tetangga nun di belahan bumi Eropa sana, tentunya kita lebih akrab dengan negara-negara satu rumpun seperti: Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam, Filipina, Thailand,Timor Leste dan seterusnya.

 

Lalu negara manakah yang menurut Anda pantas dianggap sebagai saudara kita?

 

Kalau menurut saya sih, Malaysia lebih cocok menjadi saudara bagi Indonesia. Mulai dari kebudayaan, cerita rakyat, bahasa hingga adat istiadat Malaysia lebih mirip dengan hal-hal tersebut di Indonesia. Kisah Si Tanggang yang dikutuk menjadi batu akibat durhaka kepada ibunya secara otomatis mengingatkan kita kepada cerita rakyat dari tanah Sumatera, Malin Kundang. Ya, ‘kan?

 

Bahasa Melayu juga sangat mirip dengan Bahasa Indonesia. Meskipun ada beberapa kata yang sangat bertolak belakang artinya. Contoh: kata “seronok” yang berarti seru/asyik dalam Bahasa Melayu tapi Anda pasti paham ‘kan kapan menggunakan kata “seronok” dalam Bahasa Indonesia? Karena “seronok” berarti berlebihan yang cenderung vulgar dan norak maka kata ini memiliki makna yang sangat konotatif dan tak pernah diucapkan untuk menceritakan hal yang seru.

 

Belum lagi “rumah sakit bersalin” yang diterjemahkan menjadi “rumah sakit korban laki-laki” (CMIIW) dalam Bahasa Melayu. Hmm, kok rasanya gimana gitu, ya?

 

Tentang seni, kita ketahui betapa banyak penduduk Malaysia yang tergila-gila dengan artis Indonesia. Sebut saja nama Krisdayanti, Syahrini, Rosa, Ariel Noah, Nidji hingga Raisa kerap mendulang sukses ketika menggelar pertunjukan di negeri jiran tersebut. Jajaran artis yang kita elu-elukan di tanah air pun menjadi idola juga di Malaysia. Lalu hiburan apa yang sukai dari Malaysia?

 

Upin & Ipin!

 

Setuju, ‘kan?

Siapa sih yang tak kenal dengan dua bocah kembar yang lucu tapi nakal, pintar tapi jahil, gemar membantu dan setia kawan ini? Sejak awal kemunculannya di tanah air, serial kartun ini sudah memikat hati saya. Aksen Melayu yang khas itu memicu rasa penasaran untuk belajar bahasa tentang bahasa negara tetangga tersebut. Alhasil, gaya bicara a la Upin & Ipin ini sering ditirukan oleh anak-anak di sekitar kita. Betul-betul-betul?

 

Harapan saya, Indonesia dan Malaysia dapat menjadi negara tetangga yang akrab dan karib karena negara tetangga adalah saudara terdekat. Terlepas dari segala masalah yang pernah menimpa di antara dua negara serumpun ini, alangkah eloknya jika kita saling memaafkan dan menghormati satu sama lain. Sebagaimana layaknya saudara, tentunya dia akan sigap membantu di saat-saat genting tanpa menggunakan “asas manfaat”. Dan bagi yang membantu pun dapat ikhlas tanpa ada udang di balik batu.

 

Karena negara tetangga adalah saudara terdekat, mari kita bersama berbuat kebaikan untuk sesama. Setuju?

 

 

Lots of Love,

 

Frida Herlina

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s