Di Balik Kewajiban Menegakkan Tiang Agama

islam-236872_640-01

Sholat adalah tiang agama.

Kalimat di atas itu sering saya dengar sejak kecil. Bahwa sebagai umat muslim, kita semua memiliki kewajiban untuk menegakkan sholat sebagai tiang agama dan sholat lah amalan pertama yang kelak dihisab.

Namun peristiwa apakah di balik kewajiban menegakkan tiang agama ini?

Adalah Isra’ Mi’raj, salah satu peristiwa bermuatan mukjizat yang dianugerahkan kepada Baginda Rasul Muhammad SAW. Betapa tidak? Isra’ Mi’raj adalah perjalanan Rasulullah SAW dari Masjidil Haram (Mekkah) ke Masjidil Aqsha (Yerusalem) dilanjutkan ke Sidhratul Muntaha di alam langit sana. Istimewanya, perjalanan spiritual itu ditempuh dalam waktu semalam dengan mengendarai Buraq, sesuatu semacam kuda yang bergerak secepat kilat. (CMIIW)

Ketika Rasulullah berada di Sidhratul Muntaha itulah, beliau menerima perintah sholat lima waktu secara langsung dari Sang Khaliq. Sholat yang idealnya menjadi kebutuhan umat muslim dan bukan hanya aktivitas pemujaan yang dilakukan untuk menggugurkan kewajiban.

Sholat juga melindungi manusia dari perbuatan keji dan munkar. Dengan kewajiban bertatap muka sehari lima kali menghadap Pemilik Alam Semesta tentunya umat muslim akan lebih menjaga hati, lisan dan tindakannya untuk tetap berada dalam koridor yang istiqomah.

Itulah ajaran-ajaran tentang sholat yang melekat di hati saya hingga kini. Betapa hanya makhluk mulia seperti Rasulullah SAW sajalah yang diperjalankan melalui Isra’ Mi’raj demi menerima perintah sholat lima waktu. Sebuah perjalanan spiritual yang mulia dan diagungkan hingga akhir zaman.

Berikut kutipan yang saya dapatkan dari status Facebook salah seorang sahabat tentang sholat dan ibadah.

Nabi Musa: Wahai Allah, aku sudah melaksanakan ibadah. Lalu manakah ibadahku yang membuat Engkau senang?
Allah menjawab: SHOLAT?
Sholatmu itu untukmu sendiri, karena dengan mengerjakan sholat, engkau terpelihara dari perbuatan keji dan munkar.
DZIKIR? Dzikirmu itu hanya untukmu sendiri, membuat hatimu menjadi tenang.
PUASA? Puasamu itu untukmu sendiri, melatih dirimu untuk memerangi hawa nafsumu sendiri.
Nabi Musa: Lalu apa yang membuat hatiMu senang, Yaa Allah?
Allah : SEDEKAH, INFAQ, ZAKAT serta PERBUATAN BAIKmu
itulah yang membuat AKU senang, karena tatkala engkau membahagiakan orang yang sedang susah, AKU hadir di sampingnya. Dan AKU akan mengganti dengan ganjaran 700 kali (Al-Baqarah 261-262).
Nah, bila kamu sibuk dengan ibadah ritual dan bangga akan itu maka itu tandanya kamu hanya mencintai dirimu sendiri, bukan Allah.
Tapi, bila kau berbuat baik dan berkorban untuk orang lain maka itu tandanya kau mencintai Allah dan tentu Allah senang karenanya.
Buatlah Allah senang maka Allah akan limpahkan rahmat-Nya dengan membuat hidupmu lapang dan bahagia.
(Kitab Mukasyafatul Qulub Karya Imam Al Ghazali)

Semoga kita senantiasa menjadi umat yang lebih baik dalam beribadah dan diberikan umur yang barakah agar bermanfaat bagi sesama. Aamiin.

FB_IMG_1493108831537
Sumber: al-habib.info

Lots of Love,

Frida Herlina

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s