Karena ASI Itu Rezeki

FB_IMG_1490251882917-01

Rembulan mematut diri di belantara malam. Sinarnya mengusung keremangan yang hampir padam. Hiruk-pikuk manusia mulai memudar ketika akhirnya satu per satu dari mereka menukar keriuhan dengan ketenangan. Saatnya memeluk impian, melepaskan penat yang seharian hinggap di badan.

Tapi malam itu impian belum juga hinggap di peraduanku. Bahkan tak hendak berkelebat menghampiri. Siang dan malamku dijejali rutinitas baru: memberikan tetesan ASI untuk buah hati pertamaku. Dan itu bukan hal mudah untuk dijalani. Tak semudah omongan banyak orang.

Aku menghela napas pasrah ketika Salsa kecilku harus minum susu formula lagi malam itu. ASI-ku tak kunjung keluar. Melihat buah hatiku yang berumur tiga hari (kala itu) akhirnya harus meneguk susu formula membuat perasaanku hancur berkeping-keping. Ya Allah, kapan aku bisa menyusui anakku sendiri dengan lancar? Betapa bayangan ASI eksklusif tampak mulai memudar di pelupuk mata.

“Besok kamu coba lagi menyusui Salsa. Malam ini kamu istirahat. Biar aku yang temani Salsa minum susu,” ucap suamiku lembut.

Aku mengangguk pasrah. Kulirik dua boks susu formula yang ada di sudut meja mulai menyusut isinya. Sehari habis dua boks, sebulan berapa boks? batinku. Kepalaku mulai berdenyut-denyut membayangkan pengeluaran baru kami yang bisa semakin membengkak hanya untuk susu. Aku lupa bahwa ibu menyusui itu harus bebas stres. Akhirnya aku mencoba mendekap malam dengan jutaan pikiran ini dan itu. Problematika ibu baru. Dan itu cukup menyita energiku.

Aku bersyukur ketika Salsa genap berusia seminggu, ASI-ku lancar bagai tak terbendung. Tak henti-hentinya kudengungkan rasa syukur melihat Salsa kecilku terlelap kekenyangan ASI di setiap saat dia ingin menyusu. Seringkali tatkala memberi ASI dengan payudara kanan, maka payudara kiri pun ikut merembes banjir. Berlimpah! Dan ASI ini memang rezeki bagiku dan bagi Salsa. Tak semua ibu mengalami kemudahan lancar ASI.

Mau tahu perjuanganku saat itu?

  • Aku makan semua jenis sayuran mulai daun katuk, sayur bayam, kangkung, wortel, sawi, taoge, dll. Rata-rata sayuran itu direbus, sesekali saja ditumis. Kebayang ‘kan gimana rasanya makan menu rebus-rebusan sepanjang hari selama 40 hari? Yap, berdasarkan petuah ibu mertua yang berkunjung, aku hanya boleh makan sayur rebus-rebusan selama masa nifas agar lukaku cepat pulih. Padahal aku melahirkan secara normal, lho. Tapi apa yang dapat aku lakukan selain menurut? Ini ‘kan pengalaman melahirkan pertama.
  • Aku minum banyak air putih jauh lebih banyak daripada yang bisa kubayangkan. Yang aku tahu, air itu bisa jadi obat untuk segala penyakit. Dan lagi, tak ada ruginya kok mengkonsumsi banyak air putih selain sering-sering lari ke kamar mandi. Toh, aku sedang masa menyusui.
  • Minum pil lancar ASI. Rasanya enggak enak tapi yaaa … telan aja,lah. Dan kayaknya lumayan ngaruh juga sih.
  • Minum susu khusus busui. Ini bukan hobiku. Aku rajin beli susu tapi seringnya bukan aku yang minum. Tapi demi anak, yaa … sudahlah. Nikmati aja.
  • Kompres dan pijat payudara. Ini juga sesekali kulakukan di waktu luang. Terutama bila gumpalan ASI mulai terlihat. Tapi aktivitas ini sering terjadi secara buru-buru karena Salsa kecil sering terbangun.
  • Menikmati hidup, menikmati peran baru sebagai ibu. Mengontrol kadar emosi. Melarang diri sendiri untuk mendekati stres maupun memikirkan hal-hal yang tak sanggup kuatasi.

Wow! Lumayan banyak juga, ya? Lumayan rempong juga. Tapi semua pengorbanan itu berujung manis. Salsa tuntas menyusui hingga usia 2 tahun. Kini gadis kecilku itu tumbuh remaja dan senang bercengkerama dengan Danisha (adiknya) yang berusia 2,5 tahun.

Hingga bertahun-tahun kemudian, aku terpapar informasi tentang testimonial beberapa ibu pejuang ASI yang sanggup memproduksi ASI secara berlimpah hanya dalam waktu 24 jam! What? Beneran nih? Pakai apa sih?

Penasaran, ‘kan?

Jari-jari tanganku masih asyik klik sana-sini demi menerobos rasa penasaran. Sesekali aku membelalakkan mata dan berdecak kagum. Terbersit pikiran, “Wah, coba kalo produk ini udah ada di zaman Salsa kecil dulu. Tentunya aku tak perlu meratapi ASI macet berlama-lama karena ada solusi yang paling manjur dan aman. Mau konsumsi sekarang timing-nya kurang pas karena si kecil Danisha justru persiapan untuk disapih.”

Emang pakai apa sih supaya ASI lancar?

FB_IMG_1489866749898

Perkenalkan ASI booster tea. Udah pernah dengar? Udah pernah tahu? Kalau belum, yuk simak informasi berikut.

Kita mulai dengan apa saja yang terkandung di ASI booster tea:

  • Anise: ini adalah adas manis bernama ilmiah pimpinella anisum yang merupakan sejenis tumbuhan berbunga dari famili Apiaceae yang berasal dari kawasan Laut Tengah. Tak heran bila di Mesir, anise dibuat menjadi teh untuk busui. Selain itu, anise juga memiliki fungsi penyembuhan untuk kolik, perut kembung, batuk, asma dan nyeri haid.
  • Moringa: alias daun kelor ini kaya akan protein khususnya asam amino essensial seperti methionin, histidin, leusin, isoleusin, threonin, valin, arginin, lisin, triptofan dan valin. Tumbuhan dengan nama ilmiah moringa oleifera ini memiliki ketinggian batang 7 – 11 meter dengan daun berbentuk bulat telur dengan ukuran kecil-kecil. Daun ini dapat menjadi sayur dan obat.
  • Cinnamomum verum: atau kayu manis ini adalah sejenis pohon penghasil rempah-rempah yang amat beraroma, manis dan pedas. Ia menjadi salah salah satu bumbu makanan tertua yang digunakan manusia. Tak heran bila kayu manis juga berperan mengurangi kadar kolesterol LDL. Ia pun memiliki senyawa anti infeksi alami dan mengurangi rasa sakit akibat arthritis terutama pasca sectio surgery.
  • Alpinia powder: tanaman berbunga dari keluarga jahe, Zingiberaceae, ini tumbuh di daerah tropis dan sub tropis. Alpinia ini mengandung zat gingerol yang dalam kadar tertentu bermanfaat untuk menekan prostaglandin yang menghambat produksi enzim sikio oksigense dan akan merangsang produksi ASI untuk ibu menyusui.
  • Fennel: adalah adas pedas (foeniculum vulgare) telah lama dikenal sebagai salah satu komponen pengobatan tradisional. Bahkan sejak zaman Yunani Kuno, fennel ini menjadi herbal peningkat kuantitas ASI. Fennel dapat meningkatkan ASI karena mengandung flavonoid dan kumarin yang merupakan golongan fitoestrogen.
  • Habbatussauda: alias jintan hitam (nigelia sativa) ini adalah rempah-rempah yang dapat digunakan sebagai tanaman obat. Bentuknya seperti butiran biji berwarna hitam dan sudah dikenal ribuan tahun yang lalu untuk mengobati berbagai macam penyakit. Juga berfungsi sebagai penambah ASI dan memperkuat sistem kekebalan tubuh dari serangan virus, kuman dan bakteri. Termasuk juga meningkatkan fungsi otak dengan kandungan asam linolnya.
  • Fenugreek: dikenal dengan nama nama latin Trigonella foenum-graecum alias klabet yang dapat digunakan sebagai obat herbal dan rempah, dikenal juga dengan nama methi. Fenugreek merupakan stimulator potent untuk produksi ASI yang dapat meningkatkan produksi sebanyak 900%.

FB_IMG_1489895859192

Sehingga bisa disimpulkan keunggulan ASI booster tea yaitu:

  1. Melancarkan ASI hingga 900% dalam waktu 24 – 72 jam.
  2. 100% herbal aman untuk ibu dan bayi.
  3. Lebih ekonomis tanpa susu formula.
  4. Sudah dikonsumsi jutaan ibu menyusui termasuk para artis papan atas tanah air.

FB_IMG_1489895847693

Wow! Fantastis, ya. Ternyata semua kandungan ASI booster tea adalah bahan-bahan alami yang aman dikonsumsi. Sepertinya, busui masa kini sudah tak perlu risau bila menghadapi kendala saat memberikan ASI. ASI booster tea ini dapat langsung diminum biasa, bisa ditambahkan gula, madu maupun creamer. Bisa juga dicampur dengan jus favorit, susu bahkan milkshake. Untuk para busui: percayakan kelancaran ASI pada ASI booster tea ini, ya. Karena ASI itu rezeki, yuk, optimalkan rezeki milik kita untuk buah hati tercinta. Tetap semangat ngASI, ya!

FB_IMG_1489895776007

Lots of Love,

Frida Herlina

Sumber foto produk & testimonial: Best Bunda Facebook fanpage

Referensi: wikipedia.com

Advertisements

13 thoughts on “Karena ASI Itu Rezeki

    1. Betul banget, mbak Afifah.
      Kelihatannya sih gampang ya menyusui tapi banyak jalan berliku. Hihihi …

      ASI booster tea benar2 sahabat busui dan bayi deh. Lancar ASI bebas stres.

    1. Masa2 menyusui memang harus dinikmati sih, Mbak Helena. Meskipun berat ya ga terasa kalo menikmati. Kayak aku nih, tau2 udah masuk masa sapih aja buat Danisha.
      Masih drama. Hahaha …

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s