Cara Mengunyah Daging yang Ramah Gigi dan Gusi

2016-09-24_14-50-28

Daging sapi dan daging kambing! Hmm, siapa yang tahan godaan untuk tidak mengkonsumsi menu daging-dagingan dari hewan berkaki empat ini? Mulai dari olahan sop buntut sapi, iga sapi bakar, beef teriyaki, semur daging sapi, rendang daging sapi sampai kambing guling, sate kambing, sop (obat) kambing, dan krengsengan daging kambing ini pastinya menggugah selera untuk menyantap menu-menu tersebut dengan suka cita dan menunda lagi jadwal berdiet. Holly cow!  Holly goat! 

Coba tengok isi kulkas sekarang. Tuh, masih ada kan setidaknya barang sekilo-dua kilo daging sisa perayaan Hari Raya Idul Qurban (hampir dua) minggu lalu? Iya, kamu enggak sendirian kok. Isi kulkas saya juga masih ada daging yang belum diolah. Ihihihiii … Padahal meskipun tiap tahun saya enggak begitu mengharapkan jatah daging qurban tetap aja ada panitia Idul Qurban datang ke rumah dan mengantarkannya.

“Buat yang lain aja, Mas, yang lebih berhak,” ucap saya.

“Yang lain sudah kebagian semua, Bu. Enggak pa-pa lah daging qurban ini buat Ibu, biar ikut ngerasain juga,” jawabnya.

Ya sudahlah. Entar dibilang pamali pula nolak rezeki. Apalagi dibilang sok kaya gitu deh enggak mau terima jatah daging qurban. Hahaha …ini yang parah. Ok deh, diterima aja, yaa. Biar nanti diolah sama chef idola di rumah. Hihihi… *lirik Koibito*

img_20160923_100854
Masih ada stok daging tuh ^^

Sehari – dua hari – tiga hari pertama pasca Hari Raya Idul Qurban pastilah menu yang sering muncul itu masuk kategori 4 L: lo lagi, lo lagi. Kalo bukan daging kambing ya daging sapi. Kalo hari ini daging kambing ya besok daging sapi. Gitu aja terus-menerus. Hingga akhirnya …

“Gigiku ngilu nih keseringan makan daging,” keluh Koibito suatu siang.

“Bukan gigi kali, Yah. Masalah Ayah kan di gusi,” koreksi saya.

“Iya sih, ya. Pegel nih gusi ngunyah daging mulu. Besok masak sayuran aja,” ralatnya.

Saya mengangguk. Salah satu gigi geraham Koibito itu memang bermasalah. Sudah agak goyah, gigi depannya ada yang berlubang pula. Seperti halnya tipikal banyak ayah di Indonesia yang “anti” gosok gigi tiap malam menjelang tidur, jadi begitulah akibatnya. Giliran makan daging dikit aja, gigi dan gusi udah ngilu enggak ketulungan. Coba deh kalo sebelumnya punya kebiasaan rajin dan rutin gosok gigi dengan pasta gigi andalan. Tentunya hal-hal kecil yang mengganggu kenyamanan saat makan seperti itu bakal lebih bisa diantisipasi. Itu baru makan, belum minumnya. Gigi/gusi sensitif juga lebih bermasalah ketika meneguk minuman. Enggak cuma minuman dingin yang sensasi nyess-nya langsung bikin saraf gigi menegang tapi juga minuman hangat bisa bikin gigi seketika ngilu. Belum lagi makanan manis seperti cokelat dan gula-gula. Makanan tersebut juga bikin gigi nyut-nyutan lho. Punya masalah yang sama? Mau sampai kapan begini terus?

Salah satu masalah kesehatan mulut yang dialami Koibito adalah gusi bengkak. Masalah gusi bengkak ini tentunya berkaitan dengan kebersihan mulut. Sisa-sisa makanan yang lengket pada gigi dan gusi dapat menyebabkan berkembang biaknya bakteri yang menjadi salah satu penyebab gusi bengkak. Adanya gusi bengkak tentunya menimbulkan rasa tidak nyaman ketika mengunyah makanan. Berikut cara mudah dan ampuh untuk mengobati gusi bengkak:

  1. Garam

Obati gusi bengkak dengan garam. Caranya: campurkan satu sendok teh garam dengan air hangat. Gunakan untuk berkumur. Lakukan hal tersebut tiga kali dalam sehari secara rutin. Nanti berangsur-angsur masalah gusi bengkak tertanggulangi.

  1. Minyak cengkeh

Oleskan minyak cengkeh pada gusi yang sakit. Lakukan minimal dua kali sehari secara rutin. Insya Allah dalam waktu singkat gusi akan kembali normal dan sehat.

  1. Jeruk nipis

Ambil jeruk nipis yang sudah matang dan peraslah. Tambahkan satu gelas air hangat lalu aduk hingga merata. Gunakan larutan tersebut untuk berkumur di malam hari sebelum tidur dan di pagi hari saat bangun.

  1. Madu

Madu memiliki zat yang dapat membuat pembengkakan gusi menjadi reda. Caranya: oleskan madu pada bagian gusi yang bengkak. Lakukan minimal tiga kali dalam sehari hingga sembuh. Ingat, gunakan hanya madu alami yang asli.

  1. Bawang merah

Bawang merah juga memiliki zat yang dapat meredakan pembengkakan. Cukup tumbuk bawang merah lalu oleskan pada gusi yang sakit. Bisa juga campurkan bawang merah tersebut dengan garam. Namun tidak semua orang mau melakukan cara ini dikarenakan aroma bawang merah yang tajam sehingga terasa kurang nyaman.

Nah, bila masalah gusi bengkak sudah teratasi dan gigi pun dalam keadaan sehat, kini saatnya menikmati menu daging-dagingan, ya. Dari semua menu daging yang sudah saya sebutkan di atas, ada satu menu yang jadi idola anak-anak di rumah. Inilah beef teriyaki! Sebagai salah satu Hok-Ben goers, Salsa lebih suka chicken teriyaki untuk disantap di sana. Tapi berhubung bahan yang tersedia adalah daging sapi, yaa … bolehlah kali ini dimasakin beef teriyaki. Danisha juga suka kok, asalkan dagingnya disuwir tipis-tipis sebelum disantap.

Yuk, kita coba masak beef teriyaki. Resep ini saya peroleh dari Vitta, adik saya yang paling hits di dunia perdapuran. Dan saat resep ini diperoleh tetap aja yaa Koibito yang mengeksekusi. Yaaaa … kan saya udah keburu ngeper disandingkan sama chef idola. Iya, Koibito itu jauh lebih jago masak daripada saya. Hahaha …*tutup muka pake teflon* Tugas saya cukup mencatat resep dan menjadi food tester-nya. Asyiiiikkk!!! ^^

img-20160924-wa0010
Vitta and her son, beef teriyaki lovers ^^

Berikut resep beef teriyaki:

Bahan-bahan:

Daging sapi ½ kg

Bawang bombay 1 butir

Bawang putih 2 butir

Cabe keriting merah 2 buah

Kecap manis 3 sendok makan

Saori saus tiram 3 sendok makan

Gula

Garam

Bumbu penyedap (royco) 1 sachet

Saori saus teriyaki 3 sendok makan

Minyak goreng 2 sendok makan

Mentega 3 sendok makan

 

Cara membuat:

  • Iris daging tipis-tipis lalu tuangkan saori saus teriyaki sesuai takaran di atas. Diamkan selama 30’ hingga 1 jam.
  • Iris bawang bombay memanjang
  • Potong bawang putih
  • Potong cabe keriting
  • Panaskan minyak goreng di atas wajan
  • Tuangkan ke wajan: bawang bombay, bawang putih, cabe keriting, kecap manis, saori saus tiram, bumbu penyedap, gula, garam, dan mentega. Tumis hingga harum dan merata. Takaran gula dan garam sesuai selera, ya. ^^
  • Masukkan daging ke wajan lalu aduk hingga merata.
  • Siap disajikan.
img-20160918-wa0001
Tadaaa… Beef teriyaki sudah matang nih. ^^

Saya yang dua kali jadi food tester untuk menu olahan Koibito ini cukup merem-melek saat menikmati beef teriyaki dengan resep di atas. Hmm, pokoknya maknyuss! 😀 lebih endes lagi bila saat matang terus ditaburi wijen hitam di atas beef teriyaki tersebut. Delizioso!

Ok, beef teriyaki sudah matang saatnya makan daging nih. Masih ragu bakal bisa mengunyah daging dengan selamat? Simak cara mengunyah daging yang ramah gigi dan gusi berikut, ya! ^^

  • Ambil porsi menu daging secukupnya

Seringkali lapar mata itu berbahaya. Ketika melihat menu yang menggiurkan kadang kita cenderung mengambil porsi lebih banyak. (Kayak siapa tuh?) Mending kalo bisa ngabisin, kalo Cuma dibejeg-bejeg doang lantaran gigi ngilu saat ngunyah kan sayang jadi mubazir. Udahlah, ambil dikit aja. Nanti kalo kurang kan bisa nambah lagi. Hehehe …

  • Baca doa sebelum makan

Ini penting. Pernah lihat orang yang tiba-tiba keselek ato bahkan cegukan saat makan? Bisa jadi karena belum baca doa tuh. (Eh? Kok nuduh? 😛 )

  • Potong daging kecil-kecil dengan sendok sebelum dikunyah.

Bila sendok dapat memotong daging dengan mudah berarti daging cukup empuk untuk dikonsumsi. Cukup aman juga lah untuk gigi dan gusi. Enggak pegel ngunyah gitu deh. 😛

  • Kunyah perlahan.

Hidup di zaman serba instan dan cepat mau tak mau akhirnya mengkontaminasi gaya hidup kita. Siapa nih yang suka sarapan terburu-buru di mobil/di kendaraan umum? Saat makan siang pun terburu-buru karena jam istirahat cuma sejam. Makanan jadi asal ditelan tanpa dikunyah dengan baik dan perlahan. Mungkin beberapa dari kita ada yang masih seperti itu ya saat menikmati makanan. Tapi tentunya kamu sadar kan kalo kebiasaan terburu-buru makan itu membuat gigi dan gusi bekerja ekstra cepat? Inilah pemicu rasa pegal dan ngilu setelah mengunyah. Untuk menghindarinya, cobalah mengunyah perlahan dengan cara berikut:

  • Untuk gigi & gusi sehat: sebar daging merata di rahang kiri dan kanan. Kontrol lidah agar dapat melakukan penyebaran tersebut. Lalu kunyah daging perlahan.
  • Untuk gigi & gusi bermasalah: kunyah daging di rahang yang sehat. Lakukan perlahan juga. Tapi ingat, rahang yang tidak sehat harus segera diobati, ya.
  • Untuk pemakai braces/behel/kawat gigi: lunakkan daging dengan menggigit-gigitnya di gigi seri, oper ke gigi geraham sebentar agar daging siap ditelan. Telan perlahan agar tidak tersedak. Ok, cara ini mungkin agak aneh, ya. Tapi sebagai pemakai braces, percayalah. Saya melakukan hal itu demi keselamatan gigi & gusi saya lho. Hihihi …Terbukti, saya enggak merasa pegel ngunyah tuh.

Hal yang patut diingat juga adalah bersihkan sisa-sisa daging di gigi dengan dental floss. Tusuk gigi maupun sikat gigi seringnya enggak menjangkau lho. Ingat juga untuk selalu menggosok gigi setelah sarapan dan sebelum tidur. Jangan beri kesempatan pada bakteri untuk tumbuh dan berkembang di gigi dan gusi akibat kebersihan mulut kurang terjaga. Duh, ini juga reminder buat saya lho supaya tetap selalu rajin gosok gigi.

Minum air putih setelah makan juga membantu membersihkan rongga mulut. Selain itu, hindari stres juga, ya. Tahu kan kalo stres juga bisa jadi pemicu sakit gigi dan gusi?

Jadi, gimana? Udah berani makan menu daging-dagingan lagi? Moga-moga enggak pegel/ngilu saat mengunyah daging, ya. Buruan siapin menu dagingnya!

Lots of Love,

Frida Herlina

 

 

 

 

 

 

 

 

Advertisements

17 thoughts on “Cara Mengunyah Daging yang Ramah Gigi dan Gusi

  1. Saya pake dental floss jg nih mba, kata dokter kalo dikeluarin paksa dgn tusuk gigi. Yang ada nanti bikin renggang giginya.
    Btw kok ya pas, lagi nyari resep beef teriyaki. Maaciih mba Frida cantik ^^

  2. Aku..aku..aku,, giginya udah abis Mbaa buat mengunyah
    MAkanya jarang2 makan daging harus yang empyuuk itu juga.
    Seringnya sama Garam, madu dan jeruk nipis aja.

    Hmm..hmm..tapi boleh juga tuh beef teriyakinya, empyuuk kaan
    *datang2 minta bawa teflon :v

    1. Lah, siapa yang ngabisin giginya tuh, teh? Belum akhir bulan kok udah habis. 😂😁

      Wah, ngobatin gusinya pake garam, madu & jeruk nipis nih, teh. Manjur yaa ternyata.

      Iya, teh. Beef teriyaki-nya empuk nih. Apalagi kalo sengaja dimasak di panci presto. Wah, tinggal diemut doang udah lumer di mulut. Hehehe… *ngebayangin ngulum silverqueen* 😁😂

    1. Wah, pecinta beef teriyaki nih. Asal dagingnya tipis dan empuk pasti endeeesss lah yaaa…

      Syukur deh info pengobatan gusi bengkak ada manfaatnya.
      Semoga cepat sembuh ya, mbak Herva.
      Makasih kunjungannya. ^^

    1. Tuh, kan? Ternyata banyak juga yaa korban gigi ngilu linu pegel akibat ngunyah daging. Terutama di momen Idul Qurban yg bikin kulkas lumayan nimbun daging.

      Gigi paling pegel jelas geraham.
      Ayo, kunyah pelan2. Selang-seling makan sayur jg biar gigi bisa istirahat. Sisa daging yg nyempil di gigi jg hrs bersih, mbak Isna. Biar ga cepet kena karies.

      Semoga cepat pulih yaa giginya.
      Makasih udah berkunjung. ^^

  3. Waduh sayang sekali mbak saya belum bikin nih beef teriaki ini malah kebanyakan dibikin jadi rendang padahal bosen tapi kalau masalah gigi mah aman dan giginya juga pengertian sekali, harus dikasih tahu nih supaya coba dibikin.

    1. Nah, saya malah belum sempat bikin rendang tuh, Kang. Lagi seneng2nya sama beef teriyaki nih. Hehehe…
      Justru rendang semakin berhari2 diangetin semakin maknyus lho.
      Buruan istrinya dikasih tahu, Kang, supaya bikin beef teriyaki ini. Dikasih uang belanjanya jg lho jangan lupa. 😂😂 eh?

  4. jadi inget jaman pake behel pas sekolah dulu, makan daging buru2, sampe kawatnya ada yg putus -___-.. duuuh sakit banget.. sejak itu mbak, kalo makan daging aku jd terbiasa pelan, krn kapok ngerasain sakitnya :D..

    Resepnya aku catet aah, mau nyuruh si mbak ART bikinin ntr ^o^.. kalo ke hokben aku juga senengnya pesen beef teriyaki ini 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s