Meja Kerja Multiguna

2016-07-21_11.45.14

Siapa saja berhak memiliki meja kerja. Meskipun saat mendengar frasa “meja kerja” asumsi sebagian besar dari kita adalah meja kerja milik pegawai kantoran dan petinggi perusahaan. Sehingga deskripsi kita tentang meja kerja adalah sebuah meja yang terletak di sudut ruangan ataupun di dalam cubicle dengan perangkat komputer di atasnya, telepon, mesin fax, buku, to-do-list note, peraut pensil listrik dan sejumlah alat tulis kantor (ATK) yang berserakan. Betul? Padahal seniman yang bukan pegawai kantoran juga punya meja kerja lho. Lalu bagaimana dengan para ibu rumah tangga? Apakah mereka juga punya meja kerja? Pastinya, iya. Meski enggak semuanya sih.

Sebagai Head of Teacher, meja kerja saya di Centre tempat saya bekerja memang letaknya tersendiri di ruangan saya. Ruangan yang kecil berukuran sekitar 2x4m itu juga sekaligus jadi stok penyimpanan buku-buku pelajaran. Meja kerja saya bentuknya letter L sehingga cukup luas untuk meletakkan benda-benda yang saya perlukan. Dua sisi pada meja letter L itu saya sebut sisi depan dan sisi samping. Di sisi depan terdapat printer Canon milik saya dan laptop. Sisi depan ini saya gunakan untuk menghadap ke parents yang ingin bicara di ruangan saya. Bila ada hal penting dan bersifat pribadi yang ingin disampaikan parents ke saya, saya selalu mempersilakan mereka untuk menemui saya di ruangan. Jadilah saya duduk di balik meja yang sisi depan ini. Saya tinggal menutup laptop agar pandangan tidak terhalangi dan saya bisa fokus menatap lawan bicara.

Beda dengan dengan sisi depan meja kerja saya yang tampak “sepi” (hanya memajang laptop dan printer), meja sisi samping justru lebih rame. Ada ATK (alat tulis kantor) lengkap terkumpul di wadahnya, kalender duduk, Bantex folder, puncher, stapler, to-dolist note, beberapa tumpukan file folder berisi weekly time table, student data, assessment test papers, dan kumpulan teaching materials. Selain itu ada folder tebal berisi student attendance list berada di tumpukan paling atas. Lalu ada buku/novel yang sedang saya baca saat itu. Hmm, ya. Itu saja. (Sepertinya foto meja kerja di kantor ini terselip antara tersimpan di camera, tablet atau PC saya. It will take a long time to search for it. We’ll see.)

Di jam kerja, kadang-kadang isi meja kerja saya berantakan. Apalagi kalo pas jam mengajar lumayan padat dan banyak murid baru yang mendaftar untuk dites. Sesibuk apapun, saya berusaha merapikan meja kerja saya. Ketika mondar-mandir dari lantai atas ke lantai bawah (ruangan kelas ada di atas sedangkan ruangan saya ada di bawah), saya sempatkan untuk merapikan meja yang berantakan. Tapi satu hal yang pasti, meja saya sudah rapi sebelum saya beranjak pulang. Itu kebiasaan saya.

Lalu bagaimana dengan meja kerja di rumah? Nah, ini dia meja kerja multiguna. Mau tahu apa saja kegunaannya? ^^

Definisi kerja di rumah itu lebih kompleks daripada kerja di kantor. Sebagai perbandingannya, job description saya di Centre “hanya”:

  • Memberi briefing dan training kepada teacher
  • Menyelenggarakan weekly meeting untuk evaluasi, dll
  • Memberikan assessment/placement test kepada murid baru
  • Mengajar murid-murid yang paling muda usianya, terutamanya
  • Membuat weekly time table
  • Menerima komplain dan curhat dari parents
  • Mem-follow up calon murid
  • Mengecek cash flow … Wait! Kok saya merasa enggak nyaman sih nulis kalimat dengan bahasa campuran dalam satu kalimat gini? >.<

Ok, here we go. The following is my job description:

  • Giving briefing and training to the teachers
  • Conducting weekly meeting for evaluation and breaking news, etc.
  • Giving assessment/placement test to the new students
  • Teaching young students and those especially the ones with slow progress
  • Preparing weekly time table
  • Seeing parents for any complaints or compliments
  • Following up any potential future students
  • Checking the cash flow of monthly tuition fee
  • Attending teaching workshop
  • Participating at any bazaar conducted for Centre promotion
  • Brainstorming with the owner of the Centre
  • Handling website content of the centre
  • Conducting interview and micro teaching for candidates during recruitment
  • Updating/searching for teaching materials
  • Others, etc.

Sedangkan definisi kerja di rumah adalah:

  • Memandikan Danisha hingga rapi pakai baju
  • Menyiapkan sarapan/makanan anak-anak
  • Beresin (baca: cuci piring)
  • Menyuapi dan mengajarkan Danisha makan sendiri
  • Beresin
  • Belanja harian
  • Menemani Danisha bernyanyi dan bermain
  • Beresin
  • Membersihkan rumah a.k.a nyapu & ngepel
  • Mencuci pakaian
  • Menjemur & mengangkat pakaian
  • Menyetrika pakaian sesempatnya
  • Menidurkan Danisha
  • Belajar bersama Danisha
  • Beresin
  • Story telling untuk Danisha
  • Beresin
  • Cek pelajaran Salsa
  • Ngobrol dan bercengkrama bersama Salsa
  • Mengetik artikel untuk blog
  • Cek media sosial
  • Membantu pekerjaan Koibito
  • Belanja bulanan
  • dll, dsb, dst.

Tuh, kan? Kerjaan di rumah jauh lebih banyak. Terutama poin “beresin” itu. Dikit-dikit beresin. Dikit-dikit beereesiin (lagi). Beresin kok dikit-dikit. Padahal kan banyak?? *puyengdotcom 😡😡 Itulah mengapa kerjaan domestik adalah tugas tiada akhir. Jam kerjanya 24/7. Twenty four hours in a day and seven days in a week. Makanya saya angkat topi buat para ibu yang sanggup total jadi IRT karena kerjaan domestik saya banyak yang terbengkalai tak terkejar. Ihihihiii… *ngumpet di balik korden*

Meskipun urusan kerjaan domestik saya belum fasih, saya punya meja kerja dong. Meja yang saya anggap sebagai meja kerja, tepatnya. Awalnya meja ini bercokol di ruang tamu sesuai fungsinya. Namun tiba-tiba meja ini beralih fungsi menjadi meja kerja multiguna.

Nah, inilah deskripsi meja kerja saya di rumah. ^^ Ada seperangkat alat sholat, eh komputer di atasnya. Komputer set inilah benda utama yang paling dominan di meja ini. Posisi CPU di sebelah kiri, di atas CPU ada kipas angin. Di depan kipas angin ada kalender duduk. Di rongga kalender duduk ada kaleng kecil. Di dalam kaleng ada mulut buaya! Nah, di dalam mulut buaya itu ada kunci kamar. Are you following me? πŸ˜œπŸ˜„ Good. Let me continue. Monitor, keyboard dan mouse ada di sisi kanan CPU. Ketika komputer sedang tidak digunakan, posisi keyboard diberdirikan bersandar pada CPU. Mouse juga diangkut parkir di atas CPU. Kenapa? Faktor keamanan aja sih. Itu aja kok. ^^ *lirik Danisha yang tempo hari sempat pencet-pencet keyboard sesuka hati (baca: secara “brutal”) dan menarik-narik mouse yang bukan nirkabel dengan riang gembira* Phew…

Keuntungannya, jadi ada lahan kosong di atas meja deh. Dan saat meja dalam keadaan kosong sebagian inilah keanehan yang sungguh ganjil terjadi. *stel musik serem* 😱😰

Sim salabim! Cring! Tiba-tiba meja jadi penuh. Mau tahu ada apa di meja yang kosong sebagian itu? Tiba-tiba (lagi) ada bedak bayi, baby oil, baby hair lotion, baby cologne, sisir, cermin, diapers, dll muncul. Benda-benda tersebut disinyalir muncul pada pagi dan sore hari di jam-jam saat saya hendak memandikan Danisha. *ngok* Eh, tapi kan akhirnya jadi meja kerja multiguna, kan? ^^

Di lain kesempatan, meja kerja itu kosong sebagian lagi. Lalu tak lama, muncul piring lengkap dengan menu makanan dan air putih se-tumbler. Adegan yang terjadi adalah saya sedang menikmati makan siang sambil jagain Danisha yang sedang tidur. ^^

Lalu meja kerja itu kosong lagi sebagian. Tiba-tiba teronggoklah novel Fantasteen, komik Detektif Conan, buku tulis Danisha, pensil, novelnya Ziggy Z,, tisu, sisir, body lotion, dll. Akibat posisi meja kerja yang dekat dengan tempat tidur, saya dan Salsa suka meletakkan benda-benda tersebut sesuka hati. Hihihiii… Tapi nantinya tetap diberesin lagi kok. Apa kabar berantakan? Hidup bersama anak-anak pasti banyak seputar kegiatan berantakan dan beres-beres, kan? πŸ˜‚

Jadi begitulah kisah meja kerja saya yang multiguna di rumah. Teman-teman juga punya meja seperti ini juga kah? ^^

 

Lots of love,

Frida Herlina

 

Advertisements

4 thoughts on “Meja Kerja Multiguna

  1. ketika lg brantakan dan lg bersih, ditambah mulut buaya itu wew… aku jg angkat topi sm irt, aku akui emang ga sanggup aku kerjain smua kerjaan irt, warbiyasak! Kerjaannya buanyak bgt! Btw, klo aku datang bertamu, apakah meja multiguna itu berubah fungsi jadi meja makan? Hassiiikkkkk.. *comotkuesirupsusutehtarik hihihihi..

    1. Eits, jangan salah. Kalo ada yg datang bertamu maka meja kerja multiguna ini beralih fungsi jadi canoe, lho.
      Asiiiiikkk…kita bisa main arung jeram nih. Jebuuurrr!!!
      *ikut klelep bareng Ristin sambil minum teh tarik2an* πŸ˜œπŸ˜„

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s