Ada Apa di dalam Tas?

2016-07-19_21.59.26

Mobilisasi dari tempat satu ke tempat lain membuat kita lebih mempersiapkan apa saja yang perlu kita bawa serta. Apalagi bila kita harus bepergian ke tempat yang jauh dari rumah untuk beberapa hari. Mengandalkan saku baju dan celana saja enggak cukup, kan? Bisa muat apaan, coba? 😁

Sebagai ibu muda (ehem) yang masih punya batita usia 21 bulan, tentunya isi tas saya saat bepergian sangat berbeda dibanding isi tas saya saat masih zaman kuliah dulu. Asli, beda banget! Isi tas saya sebagai mahasiswi (dulu) tidak lebih dan tidak kurang dari buku catatan, text book, kamus, alat tulis, name tag (kalo pas lagi ada perhelatan kampus sih) dan dompet dengan sejumlah uang secukupnya plus KTM. Benda lain yang saya sisipkan di musim hujan hanya payung lipat yang ukurannya enggak makan banyak tempat.

Lalu bagaimana dengan isi tas saya sekarang? Ada apa di dalam tas? Ok, kali ini saya buka isi tas yang saya pakai untuk bepergian seharian. Misalnya untuk acara halal bihalal/silaturahim temu keluarga dan acara jalan-jalan ke mal, toko buku, restoran maupun tempat wisata. Nah, jadi kepo, kan? 😁😊 (Ih, siapa yang kepo?)

2016-07-19_23.53.26
“Perlengkapan perang” saat bepergian

Berikut benda-benda yang ada di tas saya:

– dompet >> tentunya dengan sejumlah uang tunai secukupnya, KTM, kartu ATM, SIM, kartu asuransi dan kartu anggota beberapa supermarket/mini market.

– ponsel beserta power bank (tapi kadang-kadang saya titipin power bank di tasnya Salsa sih. ^^

– diapers, tisu wajah dan tisu basah. Untuk diapers ini jarang terpakai. Tapi saya tetap waspada dong kalo Danisha poop di lokasi. Masa saya harus kelimpungan cari diapers di mini market?

– kain bedong. Lho mau bedong siapa nih? Hehehe… Meski namanya kain bedong, fungsinya sudah beralih. Kain ini penting untuk menutupi wajah Danisha di cuaca terik saat saya menggendongnya. Pakai topi sih pasti. Tapi kan enggak nutupin wajah? Selain itu, kain bedong ini bisa jadi kain darurat. Misal, tiba-tiba Danisha meler, ketumpahan air minum, kecipratan kuah bakso maupun tiba-tiba tersedak muntah, kain ini jadi kain lap pertama untuk menyelamatkan insiden tersebut tatkala tangan saya belum sempat menjangkau tisu. Setelah selesai dilap kain bedong, Danisha masih tetap harus dibersihkan dengan tisu basah, dong.

– antiseptic spray. Saat acara makan-makan, ada kalanya enggak tersedia wastafel untuk cuci tangan. Antiseptic spray inilah penyelamatnya. Apalagi kalo saya harus menyuapi Danisha makan. Kebersihan tetap yang utama, ya. ^^

– baju ganti Danisha. Nah, ini jadi baju penyelamat bila baju yang dipakai Danisha terlalu basah kena keringat. Kan perginya seharian. Baju basah tentu enggak nyaman dipakai dong. Apalagi oleh batita. Tapi kejadian yang sering sih, Danisha ganti baju karena basah kuyup ketumpahan air. Juga karena kotor kena noda makanan. Baju ganti ini saya simpan di tas pocket kecil bersamaan dengan diapers. Aman deh di situ.

– tumbler dengan air putih penuh. Sudah jadi kebiasaan saya membawa air minum saat bepergian. Menenteng-nenteng air begini jadi pengingat buat saya untuk minum sebelum kehausan. Apalagi saya masih jadi busui aktif. Asupan air putih benar-benar jadi prioritas saya. Bukan cuma itu. Danisha juga penggemar air putih. Saat kami bepergian di cuaca terik, saya sering menyodorkan air putih untuknya dan disambut dengan antusias. Air putih punya banyak manfaat, toh?

– notes kecil dan bolpen. Entah untuk apa dan mengapa, tapi saya selalu menyiapkan dua benda ini di tas. Ketika kedua benda ini pernah tertinggal di tas yang lain, saya gunakan Color Note di ponsel bila harus mencatat sesuatu.

2016-07-19_23.54.20
Merah: interdental brush dengan tutup putih. Hijau: tusuk gigi dengan dental floss

– interdental brush dan tusuk gigi. Interdental brush? Apaan tuh? Itu adalah sikat gigi dalam ukuran mikro mini. Gunanya untuk membersihkan sisa-sisa makanan di sela-sela gigi yang sulit terjangkau. Apalagi untuk pemakai braces seperti saya. Makanan tuh gampang banget nyelip di gigi deh. Enggak nyaman banget. Tapi pernah juga ketinggalan bawa interdental brush. Maka andalan saya ya…tusuk gigi yang ada dental floss-nya itu lho. Bawa tusuk gigi konvensional juga pernah. Hal yang selalu saya lakukan adalah mematahkan tusuk gigi setiap habis pakai. Penting lho, supaya enggak dikumpulin pemulung tuh.

– obat cantik yaitu lipstik plus cermin kecil. Entah mengapa saya jarang sekali touch up pakai bedak. Kalo pergi seharian pakai bedak ya…sekali aja pas dandan di rumah. Meski udah ngaca, saya ngerasa enggak perlu touch up deh. Lain dengan lipstik. Sehabis makan, warna lipstik sering pudar. Nah, oles-oles deh pakai obat cantik. ^^

– buku cerita anak-anak. Nah, kalo ini obat rewel. Danisha bisa anteng saat membolak-balik buku cerita. Apalagi kalo dibacakan cerita. Bisa lebih fokus dan anteng lagi deh dia. Apa sih yang lebih diinginkan ibu-ibu selain anak anteng saat diajak bepergian? 😁😁

– novel detektif, bisa juga novel drama/komedi bahkan buku sejarah tergantung bacaan apa yang belum tuntas saya baca. Kalo pas pengin santai, cukup bawa komik Detektif Conan. Hihihi… ^^

– baby toy. Ini sih apa aja pokoknya mainannya Danisha. Buat pengalihan aja kalo pas dia lagi lumayan rewel gitu.

Ok, itu tadi benda-benda yang ada di dalam tas saya saat bepergian seharian. Kalo perginya berhari-hari ya…jelas lebih heboh dan lebih banyak lah barang-barang yang harus dibawa.

Lalu, ada apa di dalam tas kalian? ^^

 

Lots of love

Frida Herlina

Advertisements

10 thoughts on “Ada Apa di dalam Tas?

  1. Wah, Miss penggemar Detektif Conan, ya. Yang beda bawaannya itu interdental brush. Keren euy. Dulu aku pake kawat gigi gak pernah bawa itu. Slebor abis dah. :))

    1. Iya, Mi. Ada Detektif Conan tuh di postingan sebelum ini. Ihihihiii…
      Conan emang keren, Mi. Meski kadang agak slebor tapi dia ga pake kawat gigi kok. 😁😁

      puyengdotcom

  2. Naaah, tuh tadi apa ya namanya, spray itu. Saya pernah beli, menyengaja, ceritanya mau dibawa kemana-mana, tapi ternyata selalu tertinggal di rumah. Akhirnya kalau di resto ya tetap aja cuci tangan di wastafel, wkwkwk.

    1. Wah, beruntung ya, Madam. Bisa selalu nemu wastafel untuk cuci tangan sebelum makan. Lebih sreg cuci tangan pakai air dan sabun sih, sebenernya. Tadinya saya mau beli wastafel aja untuk dibawa ke mana-mana. Tapi ternyata kok tambah repot ya bawa-bawa wastafel portable gitu. Bisa-bisa tas isinya itu doang. Jadi ya…beli antiseptic spray aja deh. 😊

  3. Samaan deh kita, terbiasa bawa air minum kemana-mana… Hehe..

    Baru tau kalau Mbak Frida sukanya bawa buku detektif Conan, itu kan rada2 mikir gitu komiknya. Kenapa ngga crayon shinchan aja? Atau Miiko? Hhehehe…

    1. Hai, Ghi! Hidup air minum!!! ^^

      Kalo utk komik sih aku lebih suka cerita yg serius mikir gitu. Kan dibantu ilustrasi, jadi lebih dapet deh gambarannya. Makanya aku lebih suka Detektif Conan. Miiko lucu sih tapi terlalu “ringan” ya kisahnya. Haha… πŸ˜„ Nah kalo utk bacaan haha-hihi sih ga perlu komik lah. Cukup baca Donald Bebek aja udah menghibur kok.
      #lah??? πŸ˜•

    1. Iya, Mbak. Baju ganti itu perlu karena anak kecil kan harus ganti baju saat bajunya kotor. Buat aku sih memang perlu banget untuk ganti baju pake baju ganti supaya ga kliatan ga ganti-ganti gitu bajunya makanya selalu sedia baju ganti untuk ganti baju. Hehehe… ^^

      puyengdotcom bag. 2

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s